JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Napi Kasus Pencabulan Anak di Lapas Sragen Tewas Mengenaskan. Sempat Kejang Lalu Meregang Nyawa 

Ilustrasi mayat
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Ilustrasi mayat

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Seorang narapidana atau napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Sragen bernama Hidayat (24) tewas, Jumat (27/9/2019) malam.

Napi yang akrab disapa Dayat itu, sempat mengalami kejang-kejang sebelum kemudian mengembuskan nafas terakhirnya di RSUD Sragen.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , Dayat sempat ambruk setelah mengalami kejang-kejang di blok napi yang ia huni. Insiden itu terjadi pukul 16.00 WIB sebelum kemudian meninggal pukul 19.00 WIB.

Napi kasus pencabulan anak di bawah umur itu diketahui berasal dari Dukuh Krajan Desa caruban Rt 02/1, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga :  Heboh, Beredar Surat Panggilan Penyidikan dari KPK Untuk Kepala Dinas di Sragen. Tapi Diduga Abal-Abal, Kepala Dinasnya Sebut Belum Tahu

Dayat menjalani hukuman di Lapas Sragen atas kasus persetubuhan anak di bawah umur dengan pasal 76D jo pasal 81 ayat 2 UU RI jo 35 th 2014.

“Awalnua sekitar pukul 16.00 WIB kejang dan langsung dibawa kerumah sakit. Dugaannya sesak nafas dan langsung dirawat di ICU,” ujar salah satu petugas, Jumat (27/9/2019) malam.

Setelah mendapatkan perawatan Dayat kemudian di bawa ke ruang rogen untuk diperiksa. Selepas itu dibawa ke ICU kembali.

Sesampai di ICU tiba – tiba Hidayat mengalami kejang dan meninggal dunia di rumah sakit.

Baca Juga :  Tambah 2 Warga Positif dan Satu Warga Meninggal, Jumlah Kasus Covid-19 Sragen Hari Ini Capai 768. Pasien Sembuh Tercatat 614 Orang, Jumlah Warga Meninggal Sudah 82 Orang

Kalapas Sragen Yosef Benyamin Yembise membenarkan kejadian tersebut. Yosef mengatakan jika yang bersangkutan dilaporkan mengalami gangguan sesak dan sempat dilarikan ke RSUD Sragen.

“Meninggalnya di rumah sakit,” kata Yosef.

Hidayat memiliki riwayat pernah di tahan di Kendal, hingga di kudus dan terahkir di pindah di Lapas kelas II a Sragen.

Yosef menambahkan dari hasil pemeriksaan pada tubuh Dayat, pihak rumah sakit tidak menemukan tanda tanda kekerasan. Dari riwayat  sebelumnya Hidayat diketahui mempunyai riwayat sakit Paru – Paru. Wardoyo