loading...
Loading...
Puluhan warga Desa Purwosuman, Sidoharjo saat menggelar aksi demo memperjuangkan tanah desa yang diduga diklaim sepihak oleh PT Sapi Gunung, Jumat (13/9/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Puluhan warga Desa Purwosuman,  Kecamatan Sidoharjo Sragen turun ke jalan dan menggelar demo atas tanah milik desa yang diklaim sepihak oleh PT Sapi Gunung. Warga merasa dirugikan, karena separuh lebar jalan desa, diklaim menjadi hak milik perusahaan tersebut.

Protes warga dilakukan dengan aksi demo yang digelar di lokasi jalan yang menjadi polemik managemen PT Sapi Gunung dengan warga, Jumat (13/9/2019) siang. Warga meminta tanah dikembalikan sebagai jalan umum, karena akan dibangun.

“Itu dulu jalan usaha tani, istilah dulu basis yang tidak diperhatikan. Terus akhirnya disuk (serobot) penggarap. Lha masyarakat itu butuh jalan tersebut, karena akan dinormalisasikan,” ungkap Bayan Dawangan Desa Purwosuman Mulyadi saat dikonfirmasi Jumat (13/9/2019).

Baca Juga :  Kebakaran Landa Masaran Sragen. Ditinggal Cari Pakan Ternak, Bangunan Dapur Luluh Lantak 

Mulyadi menerangkan, jalan desa tersebut panjangnya sekitar 800 meter. Namun PT Sapi Gunung merasa dirugikan, dengan adanya normalisasi jalan tersebut. Tanah  panjangnya sekitar 100 meter dengan lebar 1,5 meter diklaim milik Sapi Gunung.

“Itu sepanjang tanah perusahaan, sekitar 100 meter. Sudah dinormalisasi dimakadam pakai dana desa sekitar Rp 125 juta. Ini sedang digarap,” bebernya.

Ngatmanto, koordinator aksi menjelaskan warga tetap minta tanah tersebut dikembalikan sebagai jalan. Mereka mendesak Badan Pertanahan Nasional (BPN) membuka data dan mengembalikan akses warga Dawangan.

Baca Juga :  Kasat Reskrim dan Kasat Lantas Polres Sragen Resmi Diganti. Ini Daftar Nama Kasat Yang Baru! 

“Dari dulu pengertian warga itu tanah desa, dari dulu itu basis tanah petani gitu lebarnya 3 meter. Sekarang ada dana dari pemerintah akan dibangun. Lha PT Sapi Gunung itu merasa dirugikan karena ada penyerobotan tanah itu. Lha kita minta keadilan BPN yang datang ke lokasi bersama LSM  dan warga,” jelasnya.

Menurut Ngatmanto, sudah ada mediasi antara warga dengan PT Sapi Gunung di Balai Desa setempat. Bahkan mediasi sempat memanas namun tidak ada titik temu.

Baca Juga :  Penangkapan Teroris di Masaran Sragen, Tim Densus Amankan Buku Panduan Imam Samudera, Samurai dan Target Memanah 

“Klaim perusahaan itu resmi dari pengacara. Kemarin mediasi di balai desa. Tapi pengacaranya untuk mengambil sikap mendatangkan BPN saja biar sama sama kuat,” tandasnya.

Dia sendiri mengatakan bahwa warga memiliki bukti kuat. Pemerintah Desa Purwosuman memiliki bukti bukti bawah tanah tersebut adalah jalan desa.

“Desa jelas punya bukti kuat karena di pethuk desa ada dan banyak saksi itu akses basis petani lebarnya tidak kurang 3 meter. Belum lagi saluran jadi 5 meteran,” pungkasnya. Wardoyo

Loading...