loading...
Loading...
Ilustrasi PBB

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Karanganyar, Julyatmono, tetap optimis tagihan PBB tahun 2019 ini, dapat terealisasi. Menurut Bupati, secera umum, masyarakat Karanganyar selalu tepat waktu saat membayar PBB. Sedangkan untuk perusahaan, dan lahan milik warga di luar Karanganyar,  meski agak terlambat, tetap melunasi tagihan PBB mereka.

Masyarakat kita selalu tertib dan membayar tetap waktu. Yang besar biasanya milik perusahaan, juga pasti terbayar. Dan biasanya  mereka membayara di akhir tahun.

“Meski demikian, mereka terus kita ingatkan dan kita berikan surat pemberitahuan,” ujar bupati.

Pernyataan bupati itu menanggapi realisasi pajak bumi dan bangunan (PBB) terbayar baru mencapai Rp 13,916 miliar.

Baca Juga :  Proyek Infrastruktur Dana Desa Gantiwarno Karanganyar Jadi Sorotan, Warga Minta Pemkab Turun Lakukan Pemeriksaan

Jika dipersentase, pencapaian itu hanya 48,33 persen dari total target yang ditetapkan Rp 28 miliar di tahun 2019.

Hal tersebut diungkapkan pelaksana tugas Badan Keuangan Daerah (BKD), Narimo dalam rapat koordinasi PBB Perdesaan dan Perkotaan kemarin.

Menurut Narimo sejumlah faktor ikut mempengaruhi penurunan realisasi pungutan pajak tahun 2019 ini.

Di antaranya sistem pembayaran PBB yang tidak simple, sehimgga berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat terhadap petugas pemungut pajak.

Faktor lain yang juga ikut mempengaruhi adalah para petugas yang tidak mendapatkan honor. Karena pengganti honor telah dialokasikan dalam bentuk hadiah lunas pajak yang didasarkan pada kinerja minimal mencapai 75 persen.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut 3 Motor di Matesih Karanganyar. Usai Gasak Supra, Pengendara Honda CB Tewas Digasak Scoopy

“Untuk tahun ini, memang mengalami penurunan. Untuk mempercepat pemasukan PBB kami mengambil langkah jemput bola penagihan PBB ke perusahaan dan desa yang persentasenya masih rendah. Kami juga melakukan bulan panutan pajak pembayaran PBB,” kata Narimo. Wardoyo

Loading...