loading...
Loading...
Jemaah dan warga Jambanan saat memadati acara pengajian akbar Jambanan Bersalawat bersama Habib Muhammad Lutfi di Lapangan Sasoso Brojodento, Senin (16/9/2019) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Ribuan jemaah dan warga di Desa Jambanan dan sekitarnya tumpah ruah memadati Lapangan Sasono Brojodento Desa Jambanan, Sidoharjo, Sragen, Senin (16/9/2019) malam. Mereka bersalawat bersama dalam pengajian akbar bertajuk Jambanan Bersalawat.

Ribuan jemaah itu hadir menyemarakkan agenda pengajian akbar yang dihadiri Habib Muhammad Lutfi dengan iringan hadroh Jati Sumo Negoro pimpinan Habib Husein Bin Muhammad Lutfi.

Para jemaah sudah memadati lapangan ikon Desa Jambanan itu sejak petang hari. Acara dibuka dengan pembacaan salawat dan maulid.

Selanjutnya jemaah larut dalam pengajian yang dibawakan oleh Habib Sholeh Al Jufri. Tak cukup sampai di situ, ribuan hadirin makin khidmat dengan pengajian inti yang disampaikan oleh Habib Muhammad Lutfi.

Baca Juga :  Kebakaran Landa Masaran Sragen. Ditinggal Cari Pakan Ternak, Bangunan Dapur Luluh Lantak 

Dalam tausiyahnya, Habib Muhammad Lutfi mengajak jemaah dan masyarakat untuk senantiasa menghormati pemimpin di tataran apapun.

Mulai dari pimpinan desa, daerah hingga pimpinan negara. Sekalipun pimpinan itu secara usia jauh lebih muda.

Habib Lutfi yang malam itu hadir membawa keluarga dan kerabatnya, juga berpesan agar jemaah senantiasa menjaga persatuan kesatuan dan keutuhan NKRI.

Mendengar tausiyah itu, ribuan jemaah seolah terhipnotis dan larut dalam suasana religi. Bahkan hadirin masih memadati lokasi hingga pengajian berakhir pukul 01.30 WIB.

Baca Juga :  Miris, Sebelum Disetubuhi Ternyata Siswi SMP Gemolong Lebih Dulu Diajak Nonton Video Asusila Oleh Pacarnya 

Kades Jambanan, Sugino Welly mengatakan pengajian akbar Jambanan Bersalawat itu digelar dalam rangka menyambut bulan muharam atau sura. Menurutnya, agenda pengajian akbar itu sudah digelar yang kedua sejak dirinya menjabat Kades Jambanan.

Kades Jambanan, Sugino saat memberikan salam kepada Habib Muhammad Lutfi. Foto/Wardoyo

Selain sebagai siraman rohani, pengajian akbar itu juga bagian untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masyarakat dan jemaah di wilayah Jambanan pada khususnya.

“Kemarin kan Jambanan sudah dikukuhkan sebagai Kampung Budaya. Namun kami juga tidak hanya nguri-uri budaya saja, kerohanian dan keimanan warga harus tetap ditingkatkan melalui sarana-sarana pengajian seperti ini. Sehingga harapannya kalau bisa antara budaya dengan agama itu bisa seiring dan berjalan bersama,” paparnya Selasa (17/9/2019).

Baca Juga :  Teledor Bakar Sampah, Kakek 75 Tahun di Miri Sragen Nyaris Kehilangan Rumah. Sebagian Kandang dan Dapur Ludes 

Ia berharap dengan agenda budaya yang beriringan dengan agenda bernuansa religi, diharapkan bisa membentuk masyarakat yang berbudaya serta berkarakter.

“Jadi budaya jangan ditinggalkan, tapi kegiatan keagamaan juga terus ditingkatkan,” timpal anggota DPRD Fraksi PKB Sragen, Fathurrohman yang turut hadir dalam acara tersebut.

Sementara, acara pengajian makin semarak dengan kehadiran Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Wabup Dedy Endriyatno serta jajaran Muspika.

Sinergitas dan semangat kebersamaan juga makin terasa ketika pengamanan kegiatan melibatkan Banser se-kabupaten, PSHT, Mawas Diri, Hansip serta dibackup dari kepolisian. Wardoyo

 

Loading...