loading...
Peserta seminar mendapatkan doorprize handphone. Dok. Humas Pemkab Sukoharjo

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM –Pendidikan seks ternyata bukan sekedar pengetahuan tentang anatomi tubuh manusia.

Dr. Epsilon Dewanto mengungkapkan hal tersebut saat menjadi pembicara seminar reproduksi remaja di Sukoharjo. Seminar diikuti sekitar 700 pelajar di Kota Makmur.

Dalam seminar itu Etik Suryani dan Sekda Sukoharjo Agus Santosa memberikan hadiah handphone bagi peserta yang berhasil menjawab pertanyaannya. Para murid terlihat sangat antusias mengikuti seminar.

Dr Epsilon menjelaskan, pendidikan seks bukan semata-mata bicara tentang anatomi tubuh manusia laki-laki maupun perempuan. Melainkan juga tentang kesehatan reproduksi.

Kesehatan reproduksi yang komprehensif menurutnya, dipengaruhi oleh aspek medis/biologis, aspek sosial budaya, aspek politik dan aspek ekonomi. Pendidikan seks harus disampaikan orang tua kepada anak-anak mereka sejak dini atau paling tidak ketika remaja memasuki masa pubertas.

Baca Juga :  Begini Cara Mencegah Penyalahgunaan Narkoba Sekaligus Mewujudkan Revolusi Mental di Polres Sukoharjo

“Hal ini untuk menghindari pencarian informasi tentang seks yang tidak tepat dan menjerumuskan,” kata dia, Sabtu (14/9/2019).

Sementara Etik Suryani mengungkapkan, memasuki kehidupan berkeluarga tentunya memerlukan persiapan yang matang dari setiap pasangan. Menyiapkan pribadi yang matang sangat diperlukan dalam membangun keluarga yang harmonis.

Menyiapkan pribadi yang matang dapat dilakukan melalui penanaman nilai-nilai moral dengan melaksanakan 8 fungsi keluarga. Meliputi fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih dan sayang, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, dan lingkungan. Dalam setiap fungsi keluarga terdapat nilai-nilai moral yang harus diterapkan. Aria