loading...
Loading...
Pimpinan Ponpes Nurul Huda Gondang Sragen, Kiai Syarif Hidayatullah saat menyaksikan pembongkaran amplopan hasil kunker putranya yang menjadi legislator, Bombong Lukito Samudro di lapangan Ponpes Nurul Huda Minggu (8/9/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Sudah bukan rahasia, anggota legislator di negeri ini sering bikin ngiri khalayak. Tak hanya agenda pelesiran yang kadang banyak disorot karena menghabiskan banyak duit rakyat, fasilitas dan tunjangan yang diperoleh pun kadang terasa kontras dengan beban hidup rakyat.

Bukti itu terpampang jelas ketika salah satu anggota DPRD Sragen periode 2014-2019, Bombong Lukito Samudro membuka celengan amplop uang insentif selama lima tahun kunjungan kerja (Kunker) yang diikutinya.

Anggota DPRD dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) asal Gondang, Sragen itu membongkar semua amplop yang diterimanya selama bertugas Kunker pada Minggu (8/9/2019).

Baca Juga :  Empat Perwira Kodim Sragen Dimutasi. Kapten Sugeng Jabat Pasiter, 3 Personel Hadapi Pensiun

Tumpukan amplop yang dikumpulkannya selama lima tahun bertugas dibuka ramai-ramai di hadapan ratusan warga di halaman saat peringatan Haul Pondok Pesantren Nurul Huda, Desa Plosorejo Kecamatan Gondang, Sragen tadi siang.

Bombong adalah putra dari pendiri sekaligus pimpinan Ponpes Nurul Huda Gondang, Syarif Hidayatullah yang akrab disapa Abah Syarif. Selama ini, Abah Syarif memang menekankan jika amplopan hasil putranya selama bertugas tidak akan digunakan untuk pribadi tapi itu untuk kepentingan masyarakat.

Di depan kalayak umum, satu persatu amplop berisi uang itu pun kemudian dibuka. Momen langka penghitungan uang amplopan kunker itu juga disaksikan oleh Abah Syarif, KH Syukton Makmun, Gus Miftah, artis peran Yati Pesek, Sekretaris MUI Sragen M Fadlan dan pejabat Muspika Gondang.

Baca Juga :  Bidik Cawabup PDIP, PKB Sragen Ambil Formulir ke DPC. Mukafi: Kami Tahu Diri! 

Setelah dihitung, ternyata jumlah uang hasil kunker tersebut sangat fantastis. Total isi amplop itu mencapai Rp 531.225.000 atau Rp 531 juta atau lebih dari setengah miliar.

Di hadapan wartawan, Bombong mengatakan amplopan itu terkumpul dari ratusan kali mengikuti kunjungan kerja (kunker). Namun dia tidak pernah memberikan amplop atau uang hasil kunker selama lima tahun tersebut.

Baca Juga :  Mengupas Sosok Joko Suwoto, PNS Karanganyar Kelahiran Sragen Yang Deklarasi Maju Pilkada Sragen 2020. Dari Nyambi Dosen, Anggota Interpol Hingga Direktur 

“Selima lima tahun uang hasil kunker tersebut tak pernah saya buka. Jadi saya nggak tahu isinya berapa,” ujar Bombong Lukito, Minggu (8/9/2019).

Seperti amanat bapaknya, menurutnya uang itu nantinya akan disumbangkan untuk kepentingan sosial dan masyarakat. Bombong terpilih kembali pada Pileg 2019 lalu dan saat ini kembali menjabat untuk periode 2019-2024.

Sementara, Abah Syarif mengatakan uang itu nantinuya juga untuk membantu pembangunan Ponpes Nurul Huda yang dikelolanya. Wardoyo

 

Loading...