JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Bagaimana Strategi Mewujudkan Sekolah yang Efektif Itu? Simak Penjelasannya Berikut

Pelatihan praktik baik modul II manajemen berbasis sekolah (MBS) di RM Alami Sayang Ngadirojo, Selasa (15/10/2019). Dok. Tanoto
Pelatihan praktik baik modul II manajemen berbasis sekolah (MBS) di RM Alami Sayang Ngadirojo, Selasa (15/10/2019). Dok. Tanoto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Upaya memajukan dunia pendidikan, di Kota Mete menjadi fokus dalam Program PINTAR Tanoto Foundation. Hal itu salah satunya diwujudkan dalam tahapan pelatihan praktik baik modul II manajemen berbasis sekolah (MBS) di RM Alami Sayang Ngadirojo, Selasa (15/10/2019).

Peserta dilatih berbagai strategi supaya sekolah menjadi sekolah yang efektif.

Koordinator Program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) Tanoto Foundation Jawa Tengah Dr Nurkolis, menjelaskan, setidaknya ada tiga hal yang perlu dilakukan oleh kepala sekolah sebagai kunci perubahan agar sekolahnya menjadi sekolah efektif. Yang pertama, kepala sekolah sebagai agen perubahan. Kepala sekolah harus membuat dan merencanakan program serta melakukan serangkaian kegiatan agar tujuan utama pendidikan tercapai.

“Sekolah efektif adalah sekolah yang mencapai target dan tujuan pembelajaran dalam jangka waktu yang telah direncanakan. Setiap sekolah harus punya program kerja yang holistik, mulai dari RKS, RKJM, RKAS, ataupun RKT,” beber dia.

Selanjutnya adalah kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran. Artinya, kepala sekolah harus memfokuskan, mendorong, memonitor, dan selalu berupaya untuk memperbaiki kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh gurunya.

Baca Juga :  Dari Operasi Zebra Candi 2020 Wonogiri, Tim Sukses Jaring 28 Pelanggar Lalu lintas dan 12 Warga Tak Pakai Masker

“Kalau di luar negeri 70 persen waktu dari kepala sekolah adalah untuk memonitor, memperbaiki, dan mendorong gurunya untuk melakukan perbaikan pembelajaran. Sedangkan 30 persennya baru untuk melakukan aktivitas lain. Misal untuk rapat, undangan dan kegiatan lainnya,” ungkap doktor manajemen pendidikan ini.

Ketiga, adalah kepemimpinan kewirausahaan. Pada level SD dan SMP diterjemahkan sebagai peran kepala sekolah dalam mewujudkan program-program yang kreatif, inovatif, dan mempunyai ide-ide yang baru untuk perbaikan sekolah.

Sementara, Fasilitator Program PINTAR Wonogiri Dra Lulis Ambarwati, berujar, selama pelatihan peserta mendapatkan tips dan trik untuk mengimplementasikan sekolah efektif. Di antaranya terkait dengan bagaimana membuat perencanaan yang efektif, yang berasal dari evaluasi diri sekolah.

Selain itu tips untuk mendorong proses transparansi, akuntabilitas dan peran serta dari lingkungan. Proses selanjutnya setelah mendapatkan data, lalu dianalisis dan hasilnya akan ditindaklanjuti supaya menjadi bahan kajian penyusunan pola pencapaian mutu dan membuat indikator ketercapaian tujuannya.

Dia menerangkan untuk mendapatkan pola perencanaan tersebut, dalam pelatihan yang diikuti oleh 64 peserta dari unsur kepala sekolah, komite, guru senior dan pengawas dibekali juga dengan unit-unit lain. Supaya capaian dari sekolah lebih komprehensif.

Baca Juga :  Tinggal Beberapa Langkah Lagi Sriyono Menjadi Ketua DPRD Wonogiri, Hari ini Diusulkan Legislator ke Gubernur

Menurut dia, unit dalam modul II ini berfokus pada lima poin. Pertama mengkaji keberhasilan implementasi modul 1, kedua membantu sekolah menyusun program budaya baca berbasis sumber daya yang dimiliki. Ketiga mendorong sekolah mengimplementasikan transparansi dan akuntabilitas pada aspek pembelajaran, budaya baca dan manajemen sekolah. Poin keempat membantu sekolah menyusun tindak lanjut supervisi pembelajaran serta kelima menjadi kepala sekolah efektif.

Kepala Bidang Tenaga Pendidik dan Kependidikan, Retno Puspito Rini, mengajak menerapkan dengan sebaik-baiknya hasil-hasil dari pelatihan tersebut. Dia mengungkapkannya setelah mengamati proses pelatihan saat sesi kaji ulang keberhasilan penerapan program di sekolah dan berdiskusi dengan beberapa peserta.

“Saya melihat pelatihan ini dijalankan secara efektif, mulai dari awal mulai, teknis pengelolaan peserta sampai dengan materi yang mengajak semua peserta untuk terlibat dan berfikir. Saya belum melihat dalam program-program yang lain. Ini adalah kegiatan yang baik yang harus dilanjutkan praktik baiknya. Mari kita dorong agar teman-teman dari sekolah lain supaya merasakan hal yang baik ini,” ungkap dia. Aria