JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

Mahasiswa UNS Sabet Dua Penghargaan di WINTEX 2019

Dua penghargaan berupa Medali Emas dan Penghargaan Khusus dari Sri Lanka diraih tiga mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada gelaran "The 2nd World Invention and Technology Expo (WINTEX)" dengan "Mengoptimalkan Potensi Ampas Teh, Limbah Sayur Pasar dan Kotoran Ternak sebagai Pupuk Organik Cair di Desa Kemuning, Karanganyar", Sabtu (12/10/2019) di Jakarta. Humas UNS
loading...
Loading...
Dua penghargaan berupa Medali Emas dan Penghargaan Khusus dari Sri Lanka diraih tiga mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada gelaran “The 2nd World Invention and Technology Expo (WINTEX)” dengan “Mengoptimalkan Potensi Ampas Teh, Limbah Sayur Pasar dan Kotoran Ternak sebagai Pupuk Organik Cair di Desa Kemuning, Karanganyar”, Sabtu (12/10/2019) di Jakarta. Humas UNS

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM– Dua penghargaan berupa Medali Emas dan Penghargaan Khusus dari Sri Lanka diraih tiga mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada gelaran “The 2nd World Invention and Technology Expo (WINTEX)” dengan “Mengoptimalkan Potensi Ampas Teh, Limbah Sayur Pasar dan Kotoran Ternak sebagai Pupuk Organik Cair di Desa Kemuning, Karanganyar”, Sabtu (12/10/2019) di Jakarta. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Ruby Agil Hasan dari D3 Agribisnis Agrofarmaka 2017, Muh. Taufiek Heryansyah dari D3 Agribisnis Hortikultura 2018 dan Panji Karuniatama Putra dari D3 Agribisnis Hortikultura 2018.

Taufiek, salah seorang anggota tim, menjelaskan bahwa keberadaan limbah ampas teh yang melimpah di Desa Kemuning sebagai penghasil teh terbanyak di Karanganyar adalah hal yang melatarbelakangi inovasi tersebut.

“Selain itu, mata pencaharian penduduk sekitar juga peternak hewan seperti kambing dan sapi dengan limbah kotoran ternak. Tidak kalah potensialnya, terdapat pasar tradisional Kemuning di mana banyak sayuran yang terbuang percuma atau busuk dan menjadi limbah,” ujar Taufiek.

Baca Juga :  UNS Gelar Sosialisasi SNMPTN, UTBK dan SBMPTN Kepada SMA/MA/SMK se-Soloraya

Tahapan persiapan diawali dengan pendaftaran produk ke WINTEX untuk dikurasi dan dinyatakan lolos. Kemudian pada tahapan pembuatan produk, tim ini berhasil setelah dua kali percobaan. Di percobaan pertama pembuatan pupuk sempat gagal karena wadah berupa botol air mineral yang digunakan terlalu sempit.

“Karena sempit dan kecil, botol itu mengeras dan penuh dengan gas. Semua pupuknya tumpah. Akhirnya kami gunakan bahan dan alat yang lebih banyak di percobaan kedua. Botolnya juga lebih besar. Setelah Seminggu, produknya berhasil dan kami kemas dalam botol putih dengan daya tampung 500 ml,” imbuh Taufiek.

Tim ini pun menamakan produknya “Tealof Wilavette (Tea Waste As Liquid Organic Fertilizer With Livestock Manure and Vegetable Market Waste)”.

Ke depannya, mereka berharap produk tersebut dapat dipasarkan. Tetapi tim akan mengkaji lebih dalam lagi mengenai harga produk agar dapat dijangkau oleh petani-petani kecil maupun strategi pemasarannya agar dapat bersaing dengan produk sejenisnya di pasaran.

Baca Juga :  Seleksi Panwascam Kota Solo Akan Diikuti 70 Pendaftar

“Kami juga berharap produk tersebut mendapatkan paten dari UNS. Selama kompetisi kemarin kami mendapat bimbingan dan dukungan penuh dari Bapak Raden Kunto Adi, S.P., M.P. selaku Kepala Prodi D3 Agribisnis juga Admin Prodi dan Sekolah Vokasi UNS,” jelas Taufiek.

Taufiek menambahkan, sebagai informasi WINTEX merupakan kompetisi pameran produk kelas internasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA). Para peserta harus bersaing dengan peserta dari berbagai negara di dunia dan kampus-kampus negeri maupun swasta di Indonesia. Triawati PP

Loading...