JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Balon Udara Meledak, Ibu Anak Tewas Terjatuh dari ketinggian 10.000 Kaki

Tribunnews
Tribunnews

TIONGKOK, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Seorang ibu dan anak tewas terjatuh dari balon udara yang meledak pada ketinggian sekitar 10.000 kaki.

Dilansir Oriental Daily, peristiwa itu terjadi di Majiagou, Shandong, Tiongkok, Selasa (1/10/2019). Peristiwa yang terabadikan dalam viseo itupun akhirnya menjadi viral.

Awalnya, video berdurasi 4:43 menit yang diunggah Weibo tersebut menampilkan seorang ibu dan anak kecil yang naik balon udara.

Mereka duduk di dua kursi terpisah. Balon udara yang dinaikinya bukanlah jenis yang biasa ada di tempat wisata.

Biasanya, balon udara dilengkapi oleh tempat berbentuk keranjang yang mewadahi penumpang.

Namun, balon udara yang dinaiki oleh sepasang ibu dan anak itu hanya memiliki dua tempat duduk yang terlihat tanpa pengaman

Baca Juga :  Tragis, Balita 3 Tahun Tewas Setelah Menembak Dadanya Sendiri Tanpa Sengaja!

Seluruh susunannya tampak sangat rapuh untuk transportasi udara.

Bahkan, struktur balon udara tersebut hanya terbuat dari tiang dan tali.

Namun, perlahan-lahan, balon udara berwarna-warni itu tetap terbang.

Ibu dan anak itu pun terbang di langit hingga ketinggian 10.000 kaki atau setara 3.048 meter di atas permukaan tanah.

Penerbangan ini dianggap tidak biasa, karena balon udara panas hanya terbang pada ketinggian rata-rata 1.000-3.000 kaki.

Setelah beberapa saat, tiba-tiba balon udara itu menghilang. Balon tersebut diyakini meledak karena ketinggian yang diluar batas wajar.

Baca Juga :  WHO Berharap Ada Satu Atau Dua Vaksin Covid-19 Bisa Digunakan Massal Sebelum Akhir 2020

Ibu dan anak itu pun jatuh dari ketinggian 10.000 kaki. Sementara itu, orang-orang yang menyaksikannya hanya bisa menjerit dan ketakutan karena insiden tersebut.

Peristiwa itu mengakibatkan sang ibu dan anaknya meninggal karena patah tulang.

Setelah ditangani oleh kepolisian setempat, ternyata balon udara tersebut belum dapat dioperasikan secara legal.

Kasus itu kemudian diklasifikasikan sebagai kasus pidana. Alhasil, taman bermain ditutup sementara.

Uang pembelian tiket oleh wisatawan pun dikembalikan.

Hingga kini, penyelidikan kecelakaan oleh tim investigasi Biro Manajemen Darurat Kota Yantai masih berlanjut.

www.tribunnews.com