JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Buntut Kebakaran Hebat Pabrik Mebel Ekspor di Doyong Sragen, Satu Petani Masih Diperiksa di Polsek Miri 

Kondisi terkini pabrik mebel ekspor milik Agung Purnomo, di Doyong, Miri, Sragen yang luluhlantak diterjang kobaran api, Rabu (2/10/2019). Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Kondisi terkini pabrik mebel ekspor milik Agung Purnomo, di Doyong, Miri, Sragen yang luluhlantak diterjang kobaran api, Rabu (2/10/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Pihak kepolisian menyatakan masih memeriksa seorang warga pembakar lahan jagung di Doyong, Miri yang berdampak meluluhlantakkan pabrik dan gudang mebel ekspor desa setempat, Selasa (1/10/2019) malam.

Warga berinisial SJ, asal Desa Doyong yang diketahui berprofesi tani itu sempat diamankan di Polsek Miri sesaat seusai kebakaran melanda.

“Ini masih dimintai keterangan di Polsek,” papar Kapolsek Miri, AKP Marsidi kepada wartawan, Rabu (2/10/2019).

Terkait status yang bersangkutan apakah berpeluang naik tersangka, Kapolsek hanya menyampaikan masih dimintai keterangan.

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan saat ditemui wartawan di lokasi kejadian Selasa (1/10/2019) malam mengatakan telah mengamankan  yang terindikasi membakar lahan hingga memicu terjadinya kebakaran pabrik mebel milik pengusaha Agung Purnomo (40) tersebut.

Baca Juga :  Terlena Pesan Sate, Pejabat Dinas di Sragen Harus Tekor Nomboki Uang Kantor Rp 80 Juta. Kadinas: Itu Sudah Risiko!

“Inisial warga yang diamankan SJ warga sekitar. Saat ini sudah diamankan di polsek miri. Maksudnya dia tadi membakar lahan miliknya tiba tiba api mengenai pabrik, kebetulan lahannya di belakang pabrik,” kata Kapolres.

Atas kejadian tersebut, Kapolres mengaku terus berkomunikasi dengan pemilik pabrik dan melakukan pengamanan di sekitar pabrik.

Hal itu dilakukan agar warga tidak mendekat ke lokasi sekitar pabrik lantaran sangat berbahaya.

Terkait kebakaran itu, Kapolres menghimbau kepada seluruh masyarakat Sragen di musim kemarau panjang dan kondisi panas saat ini, untuk tak sembarangan membakar lahan.

Sementara, Kepala Produksi pabrik berlabel CV Deckind and Wood itu, Darsono saat dikonfirmasi wartawan di lokasi pabrik menjelaskan kerugian akibat kejadian itu diperkirakan mencapai Rp 2 miliar.

Kerugian itu dialami dari bangunan serta   banyak bahan kayu baik jati, kayu kalimatan dan bahan serta mebel yang siap dikirim ekspor.

Baca Juga :  Pabrik Penggilingan Isi Bantal di Sukodono Sragen Terbakar Hebat. Karyawan Panik Berhamburan, Kerugian Rp 150 Juta

Semua material itu ikut ludes terbakar bersamaan dengan bangunan pabrik yang luluh lantak diterjang kobaran api.

“Kalau total kerugian, bisa mencapai Rp 2 miliar,” paparnya Rabu (2/10/2019).

Darsono menguraikan di pabrik itu, selama ini ada 34 karyawan yang bekerja. Pada saat kejadian, kebetulan semua karyawan sudah pulang.

Hanya tinggal tersisa dua orang karyawan yang ada di lokasi saat kebakaran terjadi.

“Informasi yang kami terima, api dari arah selatan bangunan,” terangnya.

Darsono mengatakan hingga kini, pemilik pabrik masih syok dengan kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian itu cukup memukul salah satu pengusaha ternama di Sragen tersebut. Wardoyo