loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Para peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS 2019 diminta melakukan verifikasi sendiri Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) mereka.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana. Bima meminta peserta memastikan apakah NIK mereka sudah terdaftar di database Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) setempat atau belum.

“Karena ada yang sudah punya KTP elektronik, tapi data belum masuk ke Dukcapil,” kata Bima dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Jakarta Selatan, Rabu, 30 Oktober 2019.

Bima menegaskan, verifikasi ini sangat diperlukan untuk kebutuhan mendaftar pada akun pendaftaran CPNS 2019 yaitu https://sscasn.bkn.go.id/. Pendaftaran akan dibuka pada 11 November 2020 selama 14 hari dan akan ditutup pada 24 November 2020.

Baca Juga :  PLN: Diskon 50 Persen Hanya untuk Pelanggan 900 VA Bersubsidi

Kendati demikian, kata Bima, Panitia Seleksi CPNS 2019 tidak akan tinggal diam. Panitia Seleksi di daerah juga akan duduk bersama dengan Dinas Dukcapil setempat untuk membahas persoalan ini.

“Ini sudah kami lakukan di Papua dan Papua Barat yang data Dukcapilnya tidak update,” kata Bima.

Bima mengatakan, panitia seleksi telah mencoba membuat persyaratan pendaftaran seminimal mungkin. Sehingga, hanya lima syarat yang dibutuhkan untuk mendaftar pada tahapan Seleksi Administrasi (SA) yaitu Kartu Tanda Penduduk (KTP), foto resmi, foto selfie dengan gaya, ijazah, dan transkrip nilai akademik.

Baca Juga :  Bersamaan Momentum Darurat Corona, Pengacara Minta Abu Bakar Baasyir Dibebaskan

“Kami mencoba membuat persyaratan yang sangat minimal, yang lengkap nanti saja pas diterima,” kata Bima. Meski hanya lima dokumen syarat, Bima meminta peserta untuk benar-benar berhati-hati mengunggah data mereka ini di laman pendaftaran agar tidak salah.

www.tempo.co