loading...
Tim Inafis Polres Sragen saat melakukan identifikasi dan olah TKP di kios Pasar Nglangon, Sragen yang ludes terbakar, Selasa (1/10/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemkab Sragen merilis jumlah kios dan los yang terbakar dalam musibah kebakaran di Pasar Nglangon Sragen, bertambah.

Jika sebelumnya total kos dan kios 97 unit, hasil pendataan terkini jumlah los dan kios yang terbakar dilaporkan mencapai 100 unit.

Lurah Pasar Nglangon, Margono, kepada wartawan mengatakan hasil pendataannya, jumlah kios yang terbakar mencapai 31 unit. Kemudian jumlah los besar kecil yang ludes ada 69 unit.

“Lalu ada juga pedagang bambunya 4 titik,” paparnya, Selasa (1/10/2019).

Ia menguraikan mayoritas los dan kios yang terbakar bermacam-macam. Mulai dari kios kayu, bambu, toko besi, penyembelihan ayam, penggilingan daging, toko sembako hingga kios warung.

Baca Juga :  Darurat Corona, DPRD Sragen Hentikan Semua Agenda Kunjungan Luar Kota. Anggota Diimbau Tak Gelar Pertemuan Libatkan Lebih Dari 10 Orang!

Sekda Sragen, Tatag Prabawanto yang juga Plt Kepala Dinas Perdagangan menyampaikan hasil olah TKP Tim Inafis memastikan kebakaran dikarenakan hubungan arus pendek listri alias korsleting.

Mengenai kerugian, diperkirakan mencapai Rp 3 miliar. Kerugian dihitung dari material dagangan milik pedagang yang ludes terbakar yang ditaksir mencapai Rp 2 miliar ditambah kerusakan bangunan mencapai Rp 1 miliar.

“Kami sudah kumpulkan semua pedagang dan tadi sudah dibahas untuk sementara akan dibuatkan kios darurat. Tapi tidak boleh dibangun permanen. Karena nanti akan dibangun rencananya tahun depan,” terangnya.

Baca Juga :  Dampak Corona, 175 Siswa SMK Citra Medika Sragen Ujian Sekolah Pakai HP dari Rumah. Tapi Dijamin Gak Akan Bisa Nyontek!

Menurutnya, pasar darurat akan didirikan setelah proses evakuasi reruntuhan sudah selesai dibersihkan. Pembuatan los dan kios darurat juga untuk memfasilitasi keinginan pedagang yang tetap berharap bisa bangkit dan berjualan pasca kebakaran. Wardoyo