JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Hajatan di RT 13 Hadiluwih, Ketua RT Kembali Jadi Sorotan. Siang Pilih Mbesan ke Luar Desa, Malam Wayangan Baru Datang 

Suasana hajatan di rumah Juwadi, warga RT 13 Hadiluwih, Sumberlawang, Sragen Rabu (30/10/2019) siang sudah terlihat ramai meski Pak RT tak hadir karena memilih mbesan ke luar desa. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Suasana hajatan di rumah Juwadi, warga RT 13 Hadiluwih, Sumberlawang, Sragen Rabu (30/10/2019) siang sudah terlihat ramai meski Pak RT tak hadir karena memilih mbesan ke luar desa. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM -Ketua RT 13, Dukuh Jetak, Desa Hadiluwih, Sumberlawang berinisial SUG, kembali jadi sorotan. Pasalnya Ketua RT yang sempat trending gegara terindikasi  memprovokasi warga untuk memboikot hajatan Bu Tini beberapa waktu lalu itu,  diketahui tak nampak di acara hajatan Juwadi pada Rabu (30/10/2019) siang.

Pak RT paruh baya itu baru datang ke hajatan Juwadi, malam tadi saat acara hiburan wayangan.

“Saya tadi siang juga di lokasi hajatan. Warga sudah kembali guyub. Tapi info yang kami terima, sehari tadi ada dua hajatan di RT 13. Di rumah Pak Juwadi ngunduh manten dan di rumah Paryono mbesan ke Kaligandu. Sehingga warga terbagi dua. Sebagian di hajatannya Pak Juwadi, sebagian ikut mbesan ke Kaligandu, termasuk Pak RT ikut mbesan ke Kaligandu,” papar Camat Sumberlawang, Heru Susanto melalui Kasi Pemerintahan, Iwan Budiyanto, Rabu (30/10/2019).

Meski tanpa kehadiran Pak RT, suasana hajatan di rumah Juwadi, siang tadi sudah terbilang kondusif. Warga yang semula terprovokasi untuk memboikot saat hajatan Bu Tini, kini sudah kembali guyub rukun.

Baca Juga :  Polisi Amankan Puluhan Motor Milik Pelaku Perusakan Tugu 3 Tugu PSHT Sragen. Kapolres Sebut Masih Mendata Pelaku, Minta Semua Menahan Diri!

“Alhamdulillah, berkat doa semuanya,  suasana di RT 13 kembali guyub rukun. Di hajatan Pak Juwadi ini tadi warga sudah kembali menyatu. Warga dan karang taruna sudah hadir membantu. Tadi kami juga datang bersama Kapolsek, Babinsa dan Bhabinkamtimas,” terang Iwan.

Kendati demikian, pihaknya memastikan akan tetap memantau dan melakukan pembinaan di RT 13. Apabila masih ada aksi boikot yang dilakukan oleh Pak RT, pihaknya tak segan memberhentikan dengan tentunya terlebih dahulu memberikan penyampaian ke warga.

“Karena yang berwenang memberhentikan RT itu adalah warga. Desa pun nggak bisa ikut campur. Tapi seandainya ada boikot lagi oleh Pak RT ya kami akan sampaikan ke warga agar dipertimbangkan untuk diberhentikan karena tidak bisa melaksakan tugasnya,” tegasnya.

Senada Kapolsek Sumberlawang, AKP Fajar Nur Ihsanudin membenarkan acara hajatan di rumah Juwadi, sudah berjalan kondusif.

Dirinya tadi siang juga hadir ke lokasi bersama Kasipem Kecamatan, Wakapolsek, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

“Sudah kondusif, warga sudah kembali guyub rukun. Saya tadi siang habis dari sana. Malam ini nanggap wayangan,” paparnya.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut Truk Tewaskan 3 Orang di Plupuh Sragen. Gasak Bocah Main Sepatu Roda Lalu Tabrak Pohon Kemudian Timpa Ibu dan Anak Hingga Semua Meninggal Dunia

Salah satu tokoh Hadiluwih, Wiranto menuturkan bahwa hajatan di rumah Juwadi, sudah berjalan lancar.  Menurutnya, saat hiburan wayangan digelar malam ini, suasana hajatan juga ramai.

“Pak RT 13 malam ini ada ikut nonton wayang kok,” urai Wiranto.

Seperti diberitakan, insiden pemboikotan yang menimpa hajatan Bu Tini beberapa waktu lalu, dikabarkan juga sempat membuat Juwadi ketar-ketir. Pasalnya saat arisan RT tanggal 5 September sebelum Pilkades, sang Ketua RT sempat menyentil Bu Tini dan Juwadi di hadapan forum.

Menurut keterangan warga,di forum itu Ketua RT bilang bahwa keduanya yang akan punya hajat, sudah jadi sorotan (terindikasi beda pilihan) dan jika tak manut mendukung calon Kades arahannya, maka warga tidak akan datang ke hajatan.

Beruntung insiden boikot tak terulang di hajatan Juwadi. Hal itubseperti harapan terakhir yang pernah disampaikan Bu Tini saat ditemui JOGLOSEMARNEWS.COM

“Saya sudah ikhlas Mas. Harapan saya  hanya satu, mudah-mudahan ke depan tidak terulang ke warga lain. Cukup saya saja yang mengalami,” tutur janda yang berprofesi buruh serabutan itu. Wardoyo