loading...
Rapat konsolidasi dan workshop seluruh kader Golkar Sragen menyongsong Pilkada 2020 yang dihadiri ratusan kader di Gedung DPD Golkar Sragen, Sabtu (26/10/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Seluruh jajaran kader dan pengurus struktural Partai Golkar Sragen menyatakan sepakat satu suara untuk mengusung calon sendiri di Pilkada Sragen 2020. Sikap politik itu diputuskan dalam rapat konsolidasi yang digelar di gedung DPD Golkar Sragen, Sabtu (26/10/2019).

Rapat konsolidasi organisasi itu dihadiri oleh sekitar 500an kader. Meliputi semua struktur partai mulai dari pimpinan desa (PD), pimpinan kecamatan (PK), pengurus DPD, fraksi dan semua organisasi sayap Golkar yang ada di Sragen.

Rapat juga dihadiri oleh Ketua DPD I Golkar Jateng, Iqbal Wibisono selaku Ketua Tim Desk Pilkada Golkar Jawa Tengah.

Plt Ketua DPD Golkar Sragen, Anton Lami Suhadi mengatakan rapat konsolidasi organisasi itu digelar terkait persiapan dan kesiapan kader menyongsong Pilkada 2020.

Agenda itu juga menghadirkan pembicara politik dari Undip yang memaparkan peluang dan kans peta politik Golkar di Pilkada Sragen 2020.

“Dari konsolidasi tadi, semua kader satu suara dan sepakat bahwa Golkar Sragen harus maju dan mengusung jago sendiri di Pilkada Sragen 2020. Pertimbangannya, karena Golkar di Sragen adalah peraih suara terbanyak kedua Pemilu meskipun perolehan kursinya di peringkat tiga dengan enam kursi,” papar Anton seusai rapat.

Baca Juga :  Wabah Corona Malah Bawa Berkah Bagi 104 Napi Lapas Sragen. Langsung Bebas Lebih Cepat, Ucapannya Terimakasih Pemerintah!

Tekad mengusung calon sendiri juga didasarkan pengalaman di mana Partai Golkar Sragen mampu mengantar kadernya duduk di wakil bupati dua periode dan satu periode menjadi bupati.

Atas dasar itulah, semua kader dalam rapat juga sepakat dan menyatakan solid untuk memiliki jago sendiri di Pilkada mendatang.

Sebagai tindaklanjut, dalam waktu dekat partai akan kembali menggelar rapat pleno bersama jajaran PK untuk melihat dan memetakan kader-kader yang layak dan berpotensi untuk dijagokan.

“Kalau nama-nama kader yang dipandang layak sudah ada beberapa. Tapi masih perlu dimatangkan lagi. Yang terpenting semua kader tadi siap menerima siapa saja yang punya pengaruh dan potensi untuk maju dan menang,” tandasnya.

Anton menambahkan dengan modal enam kursi, pihaknya menyadari Golkar butuh minimal tiga kursi untuk bisa maju mengusung calon ke Pilkada. Karenanya, selain mematangkan penggodokan kader yang akan diusung, komunikasi politik dengan parpol-parpol pemilik kursi juga akan diintensifkan.

“Intinya pikiran semua kader yang muncul saat saat ini adalah partai Golkar ingin mendapatkan kepercayaan kembali menjadi bupati di Kabupaten Sragen,” tandasnya.

Baca Juga :  Diduga Buntut Penganiayaan dan Pengrusakan Tugu, Ribuan Warga PSHT Sragen Berkumpul dan Show Of Force Malam Ini. Ratusan Polisi Diterjunkan, Sempat Halau Pakai Water Canon

Ketua Harian DPD Golkar Sragen, Bambang Widjo Purwanto menyampaikan dari struktur partai Golkar di tingkat bawah memang sudah siap untuk mengusung calon sendiri di Pilkada 2020.

Semua struktural partai mulai dari pimpinan desa hingga DPD juga siap untuk menindaklanjuti kesepakatan hasil konsolidasi.

“Siapa nama yang pas dan tepat untuk diusung nanti diserahkan ke mekanisme partai untuk dibahas. Bisa jadi dari internal, bisa dari eksternal, yang jelas semua struktur partai sudah siap,” paparnya.

Karena Golkar hanya punya enam kursi, Golkar juga harus melakukan lobi-lobi untuk menggandeng parpol lain agar bisa memenuhi kuota mengusung calon sendiri. Wardoyo