JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Imbas Kerusuhan Wamena, Bocah 8 Tahun asal Karanganyar Alami Trauma Berat. DKK Berikan Pendampingan Psikis 

Kerusuhan di Papua. Foto/Tempo.co
Kerusuhan di Papua. Foto/Tempo.co

 

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Satu warga  Karanganyar terdampak kerusuhan Wamena, mengalami trauma dan harus didampingi oleh tim psikologi Dinas Kesehatan Karanganayar (DKK). Pengungsi yang harus mendapat pendampingan tersebut, merupakan bocah warga Tawangmangu yang masih berusia 8 tahun.

“Kita menerjunkan tim kesehatan untuk memantau kesehatan warga Karanganyar yang baru kembali dari Wamena. Untuk sementara baru pengungsi asal Tawangmangu yang kami tangani. Dari hasil pemeriksaan kesehatan, dari lima warga, satu diantaranya membutuhkan pendampingan akibat trauma,” kata Kepala DKK Karanganyar, Cucuk Heru Kusuma, Kamis (17/10/2019).

Baca Juga :  Parah, Tak Beri Contoh Yang Baik, Hajatan Pak Kadus di Gedongan Karanganyar Langsung Didatangi Tim Satpol PP. Kasatpol Ingatkan Kalau Banyak Warga Terpapar Covid-19 Satu Kampung Bisa Langsung Dilockdown!

Menurut Cucuk, pendampingan akan terus dilakukan, untuk memulihkan kondisi kesehatan dan psikologis mereka.

“Seluruhnya akan kita dampingi, sehingga kesehatan psikologis mereka kembali pulih,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Karanganyar, Agus Heri Bindarto, menuturkan, sampai saat ini, warga terdampak kerusahan yang kembali ke Karanganyar sebanyak 20 KK atau 39 warga yang tersebar di Kecamatan Gondangrejo, Kebakkramat, Karangpandan, Tawangmangu dan Jaten. Selama berada di Karanganyar Dinas Sosial siap memberikan bantuan selama berada di Karanganyar.

Baca Juga :  Geregetan UU Omnibus Law, Gabungan Buruh Karanganyar Geruduk Bupati Juliyatmono. Tegas Tolak UU, Desak Presiden Keluarkan Perpu

Ditambahkan Agus masih ada beberapa warga Karanganyar yang masih berada di Wamena Papua. Namun belum diketahui secara pasti berapa jumlahnya. Wardoyo