loading...
Chelsea Marvelyn Istanto. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Hobi memang bisa mengalahkan segalanya. Ungkapan itu pula yang pas untuk menggambarkan Chelsea Marvelyn Istanto.

Jarak jauh dan melintasi pulau, tak menghalangi kecintaan Marvelyn terhadap hobinya bermain bulutangkis.

Meski tinggal di Merauke Papua, dara berusia 12 tahun itu rela menempuh perjalanan jauh ke Karanganyar, hanya untuk mengikuti audisi beasiswa bulutangkis PB Djarum.

Ia mengaku datang dari Papua dengan didampingi bibinya, Melyn sejak beberapa hari lalu. Ia mendaftar audisi beasiswa bulutangkis yang digelar PB Djarum di Solo Raya, demi bisa lolos karantina ke Kudus.

Saat diwawancara wartawan di sela pertandingan hari kedua audisi di GOR RM Said Karanganyar, Senin (28/10/2019), Chelsea mengaku audisi di Karanganyar kali ini adalah audisi keempat yang ia ikuti.

Sebelumnya, ia sudah mengikuti tiga kali audisi yang digelar PB Djarum sejak 2018. Masing-masing di Manado, Purwokerto, dan Surabaya. Sayang, di perjuangan keempatnya, dewi fortuna belum juga menghampiri.

Baca Juga :  Pemkab Karanganyar Resmi Perpanjang Libur Sekolah TK hingga SMP Sampai 15 April 2020. Bupati: Buat Anak-anak Enjoy dan Sebahagia Mungkin, Jangan Diberi Tugas Berat!

“Saya tadi kalah di babak kedua. Kalah dari Geisya,” ujar Chelsea.

Meski kalah, siswi kelas 1 SMP 23 Merauke itu mengaku tak patah arang. Ia masih akan menuntaskan ambisinya dengan mengikuti audisi final di Kudus, November mendatang.

Chelsea Istanto bersama bibinya seusai pertandinyan audisi di hari kedua, Senin (28/10/2019). Foto/Wardoyo

Siswi kelahiran 2007 itu mengaku sangat terobsesi dengan bulutangkis karena memang suka. Audisi Djarum menjadi impiannya lantaran ia menilai PB Djarum memiliki kualitas yang bagus.

Meski kalah, dara berparas cantik itu masih semangat untuk mengikuti audisi berikutnya.

“Bulutangkis itu seru. Saya ingin seperti Lilyana Natsir. Nanti balik dulu ke Surabaya. Masih ingin ikut audisi terus,” tutur bungsu dari pasangan Petrus Istanto-Meisya itu.

Baca Juga :  Insiden Tragis Separuh Tubuh Teknisi asal Karanganyar Gosong Saat Pasang Internet. Sempat Terpental dan Jatuh dari Lantai Dua

Chelsea mengaku datang dengan diantar bibinya, Melyn. Melyn menuturkan terpaksa mendampingi Chelsea lantaran kedua orangtuanya tidak bisa mengantar.

Selama ini, keluarga sangat mendukung perjuangan Chelsea karena memang terobsesi ingin menjadi pemain bulutangkis.

“Keluarga sangat mendukung. Karena memang anaknya suka bulutangkis. Selama ini di Merauke dia ikut klub di sana. Tiap hari latihan,” terangnya. Wardoyo