loading...
Kondisi jenasah korban sesaat seusai dievakuasi. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Musibah tragis dialami Agus Wahyudi (41). Pria yang indekos di Tegalrejo Rt 03/Rw 06, Dusun Banaran, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar itu tewas mengenaskan akibat tertimpa tembok villa yang mendadak ambruk tertimpa angin.

Tragisnya, insiden itu terjadi saat korban dalam perjalanan menuju masjid untuk menunaian ibadah salat Jumat.

Data yang dihimpun di lapangan, korban meregang nyawa setelah tertimpa tembok setinggi 3 meter di bangunan villa. Korban meninggal saat perjalanan menuju Masjid untuk menunaikan ibadah shalat Jumat, pada hari Jumat (11/10/2019) sekitar ukul 11.30 WIB.

Kepala Dusun Banaran, Guntoro menjelaskan berdasarkan kartu identitas, berupa kartu tanda penduduk (KTP), korban tercatat sebagai warga Gambiran RT6/2 Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Menurut Guntoro, selama ini korban indekos bersama istrinya di Tegalrejo RT 3/6 Dusun Banaran, Ngringo, Jaten Karanganyar.

Baca Juga :  Geger Mayat Bayi Ditemukan Dibuang di Selokan Tawangmangu Karanganyar Dibungkus Plastik, Masih Ada Ari-arinya

Pada saat kejadian korban akan menubaikan ibadah shalat Jumat ke Masjid Al Maming dengan berjalan kaki. Saat bersamaan, mendadak ada angin kencang. Tiba-tiba saja, tembok salah satu villa ambruk dan langsung menimpa bagian kepala korban.

“ Saat kejadian, korban berjalan menuju Masjid. Tiba-tiba tertimpa tembok yang sudah rapuh,” ujar Guntoro kepada wartawan.

Warga yang mengetahui hal tersebut langsung mengevakuasi korban dan menyerahkan kepada pihak keluarga yang berada di Grogol Sukoharjo, untuk dimakamkan.

Baca Juga :  Cerita Perayaan Nyepi Umat Hindu Lereng Lawu Karanganyar di Tengah Waspada Corona Virus. Pura Pun Tak Ada Umat Bermeditasi, Tapi Umat Agama Lain Junjung Toleransi

“Jenazah korban kita serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Kami juga telah berkoordinasi dengan kepolisian agar tidak dilakukan visum terhadap korban. Keluarga sudah ikhlas dan menganggapnya sebagai sebuah musibah,” pungkas Guntoro. Wardoyo