JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Innalillahi, Hendak Salat Jumat, Seorang Pria di Jaten Karanganyar Tewas Mengenaskan Tertimpa Tembok Villa 

Kondisi jenasah korban sesaat seusai dievakuasi. Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Kondisi jenasah korban sesaat seusai dievakuasi. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Musibah tragis dialami Agus Wahyudi (41). Pria yang indekos di Tegalrejo Rt 03/Rw 06, Dusun Banaran, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar itu tewas mengenaskan akibat tertimpa tembok villa yang mendadak ambruk tertimpa angin.

Tragisnya, insiden itu terjadi saat korban dalam perjalanan menuju masjid untuk menunaian ibadah salat Jumat.

Data yang dihimpun di lapangan, korban meregang nyawa setelah tertimpa tembok setinggi 3 meter di bangunan villa. Korban meninggal saat perjalanan menuju Masjid untuk menunaikan ibadah shalat Jumat, pada hari Jumat (11/10/2019) sekitar ukul 11.30 WIB.

Baca Juga :  Makin Ganas, Kasus Positif Covid-19 Karanganyar Meroket Jadi 671 Kasus. Jumlah Warga Meninggal Probabel Hingga Positif Sudah Mencapai 125 Orang

Kepala Dusun Banaran, Guntoro menjelaskan berdasarkan kartu identitas, berupa kartu tanda penduduk (KTP), korban tercatat sebagai warga Gambiran RT6/2 Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Menurut Guntoro, selama ini korban indekos bersama istrinya di Tegalrejo RT 3/6 Dusun Banaran, Ngringo, Jaten Karanganyar.

Pada saat kejadian korban akan menubaikan ibadah shalat Jumat ke Masjid Al Maming dengan berjalan kaki. Saat bersamaan, mendadak ada angin kencang. Tiba-tiba saja, tembok salah satu villa ambruk dan langsung menimpa bagian kepala korban.

Baca Juga :  Takut Jadi Klaster Baru Covid-19, Pembagian Raskin Desa Pendem Mojogedang Dialihkan Sementara ke Rumah Warga. Balai Desa Juga Disemprot Total Buntut Ada Istri Perangkat Desa Terpapar Corona

“ Saat kejadian, korban berjalan menuju Masjid. Tiba-tiba tertimpa tembok yang sudah rapuh,” ujar Guntoro kepada wartawan.

Warga yang mengetahui hal tersebut langsung mengevakuasi korban dan menyerahkan kepada pihak keluarga yang berada di Grogol Sukoharjo, untuk dimakamkan.

“Jenazah korban kita serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Kami juga telah berkoordinasi dengan kepolisian agar tidak dilakukan visum terhadap korban. Keluarga sudah ikhlas dan menganggapnya sebagai sebuah musibah,” pungkas Guntoro. Wardoyo