loading...
Ilustrasi kebakaran hutan. Foto/Dok BPBD

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ratusan personel dari berbagai elemen dikerahkan untuk melakukan pemadaman kebakaran yang melanda kawasan hutan di Lereng Lawu Karanganyar.

Data yang dihimpun di lapangan, total sekitar 485 personel dari berbagai unsur masih berjibaku memadamkan kobaran api yang melahap kawasan lereng Lawu. Para personel itu berkonsentrasi menjinakkan kobaran api di Bukit Dusun Plalar, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu.

Data terakhir yang dihimpun, luas hutan yang sudah dijamah kobaran api mencapai 20 hektare.

Wakil Administratur Perum Perhutani KPH Surakarta, Muhammad Farkhan Masykur menyampaikan, angin kencang dan medan terjal serta tebing menjadi kendala dalam proses pemadaman.

Kebakaran juga terjadi di areal kawasan Plalar Tawangmangu. Bahkan di titik ini kobaran api diperkirakan mengarah ke Wana Wisata Pringgodani.

Baca Juga :  Cerita Keanehan Sebelum Komplotan Maling Beraksi Bobol 2 Kantor di Karanganyar. Sejak Sore Hari, Warga Sempat Resah dan Takut Keluar Rumah Gegara Merebak Isu Ini!

Selain di Plalar, kebakaran juga melanda hutan di Desa Anggrasmanis Kecamatan Jenawi pada Senin (21/10/2019) pukul 10.00 WIB.

Farkhan mengatakan kebakaran di Petak 63a-1 RPH Nglerak BKPH Lawu Utara itu menghanguskan lahan seluas 10 hektare. Menurutnya, sebanyak 485 personel dari relawan, TNI-Polri dan masyarakat telah berhasil memadamkan pada Rabu (23/10/2019).

“Sebagai antisipasi, kami membuat ilaran supaya tidak menjalar. Saat ini relawan masih menyisir titik asap. Kebakaran itu mengarah ke Pos 2 jalur pendakian Candi Cetho,” terangnya.

Sementara, Asisten Perhutani (Asper) BKPH Lawu Utara, Widodo menyampaikan, para petugas dan relawan sudah melakukan pemadaman di Plalar Tawangmangu pada ketinggian 1.754 mdpl.

Baca Juga :  Karanganyar Lawan Corona, Semua Lokasi Publik dan Perkantoran Dipasangi Wastafel dan Antiseptik. Bupati dan DPRD Minta Dimanfaatkan, Dirawat dan Dijaga!

Mengingat medan yang berbukit dan terjal, upaya pemadaman tidak bisa dilakukan hingga malam.

“Pukul 20.00 WIB tim ditarik dari atas (bukit), pertimbangan faktor keselamatan,” ujar Widodo. Wardoyo