JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kecelakaan Maut di Perlintasan Kereta Api Miri Sragen. Nekat Terobos Palang, Pemuda Ditemukan Tewas Mengenaskan 

Jenasah korban kecelakaan kereta api di perlintasan Doyong, Miri, Sragen Kamis (17/10/2019) malam. Foto/Wardoyo

IMG 20191018 002120
Jenasah korban kecelakaan kereta api di perlintasan Doyong, Miri, Sragen Kamis (17/10/2019) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kecelakaan maut terjadi di perlintasan tanpa palang di jalur Solo-Purwodadi KM 24, Desa Doyong, Kecamatan Miri, Sragen, Kamis (17/10/2019) malam.

Seorang pemuda bernama Gimin (30), warga Dukuh Semudal, Desa Soko, Kecamatan Miri, Sragen ditemukan tewas mengenaskan setelah terlindas Kereta Api (KA) Semen Loko CC 7061379.

Insiden kecelakaan tersebut melintas di persimpangan kereta Desa Doyong, Miri sekitar pukul 18.45 WIB. Menurut saksi mata, kecelakaan terjadi saat situasi

Baca Juga :  Ngeri, Berikut Daftar Lengkap 16 Korban Tewas Tragedi Setrum Jebakan Tikus Perenggut Nyawa di Sragen. Ada 2 Korban Jabat Perangkat Desa!

“Kereta api melaju dari arah utara ke selatan, sementara korban berjalan dari arah timur ke barat. Keterangan saksi mata, saat kejadian palang kereta sudah ditutup. Namun sesaat sebelum kereta melintas, korban nekat merebos palang,” ujar Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Agus Jumadi, Kamis (17/10/2019) malam.

Akibat tabrakan ini, korban tewas di tempat kejadian dengan kondisi luka parah. Oleh petugas, korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr Soeratno Gemolong.

Baca Juga :  Panas Lihat Istri Ngobrol dengan Pria Lain, Suami Nekat Ambil Celurit dan Tebaskan Bertubi-Tubi. Pelaku Kejar Korban dan Keluarga, Seisi Kampung Sampai Keluar

“Setelah menerima laporan, anggota langsung mendatangi tempat kejadian untuk mengevakuasi korban dan menggelar olah TKP,” terang Agus.

Petugas memastikan saat kejadian, posisi palang pintu sudah tertutup. Belum disimpulkan motif apakah korban nekat menerobos palang pintu kereta api atau memang murni kecelakaan.

“Belum disimpulkan. Saat ini (motifnya) masih didalami. Petugas masih mengumpulkan informasi saksi-saksi termasuk dari pihak keluarga,” kata Agus. Wardoyo