loading...
Pengambilan sampel di sumur tua omben kereta api.

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sejumlah langkah diambil Pemkab Wonogiri dalam mengatasi kekeringan dan krisis air bersih. Salah satunya pemetaan sumber air bersih.

Langkah tersebut diwujudkan dengan
mengecek sekaligus mengambil sampel air dari sumber air di Lingkungan Bauresan Kelurahan Giripurwo Kecamatan Wonogiri. Sumber air tersebut berupa sumur tua peninggalan zaman kolonial Belanda. Tepatnya sumur omben (penyuplai air) bagi kereta api uap pada zamannya.

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Bambang Haryanto, mengatakan, upaya optimalisasi pemanfaatan keberadaan sumber mata air ini untuk mengatasi semakin minimnya ketersedian air bersih di beberapa tempat. Hal ini sebagai dampak musim kemarau yang berkepanjangan di Wonogiri.

Baca Juga :  Anggaran Recovery Dampak Corona di Wonogiri Capai 110 Miliar, Baru di Tahap Pertama Masih Bisa Bertambah Lagi

“Sumur besar itu pada zaman penjajahan Belanda waktu itu, difungsikan sebagai suplai air pada kereta api uap (sepur kluthuk),” jelas dia, Kamis (17/10/2019).

Sebelum pengambilan sampel, jelas dia, pekan lalu sumber mata air tersebut telah dibersihkan dan dikuras serta diambil sendimentasinya oleh BPBD bersama warga setempat. Untuk tindaklanjut optimalisasi keberadaan sumber mata air agar layak konsumsi, BPBD telah berkoordinasi dengan PDAM dan Dinas Kesehatan. Aria