loading...

 

Tim pemadam kebakaran dan warga saat menyisir puing reruntuhan kebakaran rumah yang meludeskan lima rumah warga di Dukuh Sukorejo, Padas, Tanon, Sragen, Minggu (27/10/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Musibah Kebakaran hebat yang melanda Dukuh Sukorejo, Desa Padas, Tanon, Sragen, Minggu (27/10/2019) pagi, menyisakan cerita pilu. Dua istri pemilik rumah yang ludes, sempat jatuh pingsan.

Keduanya merupakan ibu dan anak yang tinggal bersebelahan. Yakni Sugiyem (50) istri Siswanto dan putrinya, istri Supriyanto.

Rumah mereka sama-sama habis terbakar tanpa ada yang tersisa.

Mereka yang saat kejadian berada di pengajian fatayatan, langsung berhamburan pulang. Sesampai di rumah, keduanya tak kuasa menahan tangis histeris dan kemudian jatuh pingsan.

“Iya, istri korban ibu dan anak yang rumahnya habis terbakar, sempat semaput Mas. Karena memang semua habis terbakar, nggak ada yang tersisa,” papar tokoh setempat dan tetangga korban, Irwanto (40) kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (27/10/2019).

Karena rumahnya ludes, untuk sementara dua keluarga bapak dan anak itu tinggal mengungsi di tempat kerabatnya juga di desa yang sama. Irwanto menuturkan, dalam kejadian itu, total ada lima rumah yang rusak.

Baca Juga :  Tetangga Pasien PDP Corona Asal Sragen Kota Yang Meninggal Dunia Mengaku Kaget dan Tak Percaya. Almarhumah Disebut Hanya Berprofesi Jualan dan Jarang ke Luar Kota

“Dua rumah habis, tiga yang lain tersambar dan juga rusak,” terang Irwanto.

Lima rumah milik empat warga di Dukuh Sukorejo RT 5/3, ludes dan rusak berat dalam insiden tersebut. Data yang dihimpun di lapangan, kebakaran hebat itu menghanguskan rumah limasan milik Siswanto (56), satu rumah milik Supriyanto (30), kemudian rumah Tukiman (50) dan Suyanto (51).

“Api bisa dipadamkan pukul 13.30 WIB. Tadi kami menerjunkan tiga unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Pemadaman sedikit terkendala karena lokasi gang yang sempit,” papar Kepala Dinas Satpol PP Sragen, Heru Martono melalui Pelaksana Lapangan Pemadam Kebakaran, Lilik Slamet.

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi mengatakan dari hasil olah TKP, kebakaran diduga dipicu oleh api tungku di dapur korban yang disinyalir belum tuntas dimatikan.

Baca Juga :  Cerita Api Sisa Tungku Bawa Petaka dan Bikin Geger Warga Satu Desa di Purbalingga

Kerugian material ditaksir mencapai Rp 280 juta. Namun dari pendataan warga dan korban, total kerugian diperkirakan bisa mencapai Rp 500 juta.

Selain empat rumah dan perabot, serta surat berharga, kebakaran juga membuat seekor sapi milik Tugiman juga terpanggang kobaran api. Wardoyo