JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kisahnya Viral, Rumah Nikolas Saputra, Bocah Penjual Es Lilin Asal Jenar Sragen Mendadak Didatangi Banyak Polisi. Kapolres Langsung Bawakan Hadiah Ini! 

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan bersama Kapolsek dan jajaran PJU Polres saat berpose bersama Nikolas Saputra dan ibunya seusai membantu sepeda BMX, Jumat (11/10/2019) siang. Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan bersama Kapolsek dan jajaran PJU Polres saat berpose bersama Nikolas Saputra dan ibunya seusai membantu sepeda BMX, Jumat (11/10/2019) siang. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kisah perjuangan seorang bocah bernama Teguh Nikolas Saputra (10) di Banyurip, Jenar, Sragen yang bersekolah sambil keliling jualan es lilin, menuai empati banyak pihak.

Semangat pantang menyerah untuk menghidupi ibu dan adik yang ditunjukkan siswa kelas IV SDN Banyurip 3, Kecamatan Jenar itu mendadak langsung viral di media sosial. Sejak kisahnya ditulis media, berbagai dukungan terus mengalir dari netizen dan warga.

Kisah haru perjuangan bocah mungil itu ternyata juga memantik empati dari pejabat Sragen, yakni Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan.

Tergerak dengan kisah Niko, sapaan akrab Nikolas, Kapolres bersama jajarannya berkesempatan menyambangi rumah orangtua Niko pada Jumat (11/10/2019) siang.

Usai salat jumat, Kapolres mendatangi rumah Niko dan ibunya yang berada di Dukuh Kedu Rt 07, Desa Banyurip, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.

Tak hanya memberi semangat, pucuk pimpinan Polres Sragen itu juga membawa kejutan untuk Niko.

Sebuah sepeda BMX dengan model keranjang, khusus dibawa Kapolres untuk hadiah Niko.

Sepeda baru itu diserahkan langsung oleh Kapolres kepada Niko bersama ibunya. Selain sepeda, Kapolres juga menyerahkan uang tunai dan sembako untuk membantu orangtua Niko.

Baca Juga :  Pijakan Plafon Mendadak Ambrol, Warga Puroasri Sragen Terhempas Jatuh dan Dilarikan ke Rumah Sakit. Pinggangnya Dilaporkan Sampai Begini!

“Kami salut sama semangat Niko, Mas.. Semoga bantuan sepeda ini bisa bermanfaat untuk sarana transportasi ke sekolah dan berjualan,” ujar Kapolres.

AKBP Yimmy menuturkan hadiah sepeda itu diberikan sebagai wujud apresiasinya atas semangat besar Niko untuk membantu keluarganya.

Di saat bocah seusianya yang memasuki masa pertumbuhan dan seharusnya masih suka main-main, Niko justru menghabiskan banyak waktunya untuk berjualan keliling demi bisa membantu kebutuhan keluarganya.

“Kami salut, anak sekecil itu sudah mau berjualan keliling daripada sekedar main saja. Semoga bisa memotivasi yang lain untuk tetap semangat berusaha dengan segala keterbatasan yang ada,” tukas Kapolres.

Foto/Wardoyo

Sementara, Giyem mengaku banyak terimakasih atas apa yang diberikan Kapolres untuk keluarganya. Ia tak menyangka jika sosok Kapolres sampai tergerak menyambangi rumahnya.

“Tadi sempat kaget. Kok banyak pak polisi datang kesini. Ternyata Pak Kapolres bersama rombongan tadi membawakan paket sembako, uang tunai dan 1 sepeda untuk Niko,” tuturnya.

Baca Juga :  DPRD Sragen Minta Semua Kepala Dinas dan Puskesmas Harus Diswab Dulu. DKK Sebut Sudah 7.775 Warga Diswab Massal dan Masih Terus Jalan!

Giyem juga menyampaikan banyak terimakasih kepada Kapolres Sragen bersama jajaran telah peduli dengan Niko dan keluarga.

“Terimakasih Pak Kapolres. Semoga Allah membalas semua kebaikan Bapak,” ujar Giyem.

Bagaimana reaksi Niko? Bocah mungil itu pun langsung sumringah mendapat hadiah tunggangan baru dari Kapolres.

Ia pun langsung mencoba gowes di sekitar rumahnya dengan sepeda. Sebelumnya Niko juga memiliki sepeda. Namun sepeda bututnya telah rusak dan bahkan roda depan belakang sudah tidak ada.

Nikolas Saputra, saat memanggul termos menjajakan es lilin sepulang sekolah. Foto/Wardoyo

Karena tak punya uang untuk memperbaiki, akhirnya sepedanya dijual rosok oleh ibunya beberapa tahun silam. Semenjak itulah, Niko memutuskan jalan kaki ke sekolah sembari menjajakan dagangan es lilin dan nasi kucing.

Es lilin dan nasi bungkus itu dijualnya tiap pagi ke sekolah dengan dipanggul. Jika tak habis, siangnya dijajakan keliling sepulang sekolah.

Meski sudah dilarang oleh ibu dan gurunya, Niko tetap nekat berjualan lantaran ingin bisa membantu ibunya dan mendapat uang saku sendiri. Wardoyo