JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Mengejutkan, Begini Kondisi Terkini Kehidupan Mantan Teroris Anak Buah Umar Patek Asal Sambungmacan Sragen!  

Kehidupan Paimin, mantan napi teroris anak buah Umar Patek asal Sambungmacan, Sragen yang kini beternak sapi dan menjalani hidup damai di kampung halamannya. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kehidupan Paimin, mantan napi teroris anak buah Umar Patek asal Sambungmacan, Sragen yang kini beternak sapi dan menjalani hidup damai di kampung halamannya. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Masih ingatkah dengan gembong teroris Umar Patek. Ya, barangkali tak banyak yang tahu jika salah satu mantan anak buahnya ternyata adalah warga Sragen.

Dia adalah Paimin. Mantan napi kasus teroris asal Sambungmacan Sragen itu kini telah kembali menjalani kehidupan normalnya usai menjalani hukuman penjara.

Ia terbukti melakukan tindak pidana terorisme sebagai ketua kelompok teror di Jakarta. Pada tahun 2009, Paimin mendapatkan vonis pengadilan selama 4 tahun penjara.

Bagaimana kehidupannya saat ini? Ternyata Paimin sudah bisa melupakan masa lalunya sebagai napi teroris. Ia kini hidup damai di tanah kelahirannya di Sambungmacan.

Ia mengaku sudah menyesali perbuatannya dan kini berusaha bangkit untuk menjalani kehidupan seperti sedia kala.

Baca Juga :  Beringas, Ratusan Massa Berkonvoi Rusak 3 Tugu PSHT di Sragen. Satu Rumah Warga Juga Dirusak, Situasi Sempat Mencekam

Saat disambangi di rumahnya Sambungmacan, Paimin kini membuka usaha kecil kecilan, berkat bantuan dari pemerintah, utamanya pendampingan dari Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).

Bersama Polres Sragen, ia berjualan dengan gerobak warung kecil untuk usaha makanan dan minuman. Selain itu, ia jga memelihara sapi jenis lemosin bantuan BNPT, yang sebentar lagi akan beranak.

Tak hanya itu, Paimin juga ternyata sukses mengelola usaha batu bata merah yang dibuat di halaman rumanya.

Di sela sela kesibukannya di warung, berupa makanan ringan dan meladeni pembeli dengan minuman kopi, teh dan minuman lainnya, ia juga mengurus empat orang putra putrinya di rumah, bersama istri tercintanya.

Kala ada waktu luang, ia juga menyempatkan diri untuk memancing ikan di sungai.

Baca Juga :  Peduli Penanganan Covid-19 Sragen, PLN Surakarta Gelontor 12 Wastafel Portabel. Bupati Berharap Bisa Bermanfaat Untuk Masyarakat

“Sekedar untuk menghibur diri, sekaligus menambah nafkah jika dapat ikan banyak bisa dijual,” katanya.

Paimin mengaku bersyukur akhirnya tersadar bahwa perbuatannya selama ini keliru. Ia mengaku sempat menjadi pengikut Umar Patek karena pengaruh teman satu pengajian di masjid Muhammad Ramadhan, Bekasi, mengunjungi teman yang menjalani hukuman di LP Cipinang.

Mantan Napiter Paimin, kini hidup di kampung halaman dengan satu orang istri dan 4 orang anak dan mengaku insyaf.

Ia sudah menyesal dan tidak akan terjerumus ke dalam jaringan teroris.

Bahkan ia tak jarang ditunjuk menjadi motivator bagi para tetangga dan sejumlah napi senasib lainnya. Wardoyo