JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pemilik Pabrik Mebel Ekspor Yang Ludes Terbakar di Doyong Sragen Sebut Kerugian Total Capai Rp 24 Miliar. Akui Istrinya Sempat Syok 

Agung Purnomo. Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Agung Purnomo. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM  Kerugian akibat kebakaran pabrik mebel ekspor PT Deckind and Wood milik Agung Purnomo (40) warga Desa Doyong, Miri, Sragen Selasa (1/10/2019) malam, akhirnya terungkap.

Pengusaha ternama itu akhirnya angkat bicara setelah tiga hari kejadian, Jumat (4/10/2019). Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Agung mengungkapkan pabrik dan gudang mebel miliknya yang terbakar itu berukuran 24 X 110 meter.

Jika dikalkulasi, kerugian nilai bangunan saja sekitar Rp 4 miliar. Kemudian untuk mesin-mesin besar dan mesin kilang di dalamnya juga hangus terbakar.

Lantas kerugian paling besar ada pada bahan baku dan mebel jadi siap kirim, yang juga ludes dilalap api.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Tol Sragen, Ketua DPC Gerindra dan Wakil Ketua DPRD Pekalongan Tewas Saat Hendak Kunker ke Jatim

Agung mengatakan material yang terbakar meliputi 15 kontainer dan 300 kubik bahan kayu siap kirim ke buyer di luar negeri. Lantas ada satu kontainer mebel jadi yang juga siap kirim.

“15 kontainer itu rencananya akan dikirim ke Italia, Spanyol, Kanada, Antwerp Belgia, dan beberapa buyer lainnya. Kalau ditotal semua kerugian ya sekitar Rp 20-24 miliar,” ujar Agung.

Ia menguraikan pabriknya itu selama ini mengekspor dalam bentuk kayu setengah dan mebel jadi. Seperti kayu jati, sonokeling, merbau, mahoni, kruing,  meranti dan bambu finis.

Menurut Agung, musibah itu memang terpaksa membuat perusahannya harus melakukan penjadwalan ulang atau rescheduling untuk suplai pesanan dari buyer luar negeri.

Baca Juga :  Musala di Tanon Jadi Klaster Baru Penularan Covid-19. Pemilik Positif, 7 Tetangganya Ikut Tertular, Pemdes dan Satgas Sesalkan Hasil Swab Tidak Serentak Bikin Resah Warga

Menurut rencana, rescheduling akan dimulai hari ini sembari menunggu pemulihan kondisi pasca kejadian.

“Alhamdulillah memang kami asuransikan. Jadi relatif nggak begitu membebani. Cuma yang agak masalah recovery dan reschedulingnya itu butuh waktu,” tandasnya.

Agung tak menampik saat mendengar kabar pabriknya kebakaran, istrinya sempat syok berat. Sementara saat kejadian, dirinya sedang berada di Kedung Grujuk Sumberlawang untuk mendata bantuan fakir miskin bersama Apersi Solo.

“Yang namanya perempuan, pastilah Mas agak down dengar pabrik terbakar kayak gitu,” tandasnya. Wardoyo