JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

PR Budi Karya: Selesaikan BRT di 34 Kota

madu borneo
madu borneo
madu borneo

Budi Karya Sumadi tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019) / tempo.co

Budi Karya Sumadi tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tepilih kembali sebagai Menteri Perhubungan di Kabinet Jkkowi jilid II, Budi Karya Sumadi diharapkan tidak melupakan PR yang ditinggalkannya.

Demikian diungkapkan oleh Ketua Bidang Advokasi Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno.

Dia meminta Budi Karya tak melupakan pekerjaan rumahnya untuk mengembangkan moda transportasi bus rappid transit atau BRT di 34 kota.

“PR Budi Karya adalah pengembangan BRT di 34 kota besar beserta fasilitas pendukungnya. Di antaranya Medan, Pekanbaru, Batam, Padang, Palembang, Bandung, Jakarta, Bogor, dan lain sebagainya,” ujar Djoko dalam pesan pendek kepada Tempo, Selasa (22/10/2019).

Baca Juga :  Ditangkap, Penghina Moeldoko dan Pelaku Ujaran Kebencian Dijadikan Tersangka

Menurut Djoko, pengembangan BRT merupakan salah satu program yang dirancang dalam rencana strategis atau renstra Kementerian Perhubungan pada 2014-2019.

Lima tahun yang lalu, pemerintah menetapkan isu pengembangan transportasi massal di perkotaan sebagai fokus kerja utama.

Selain BRT, Djoko mengingatkan Budi Karya terhadap komitmennya untu membangun konektivitas nasional guna mencapai keseimbangan pembangunan. Setidaknya ada sepuluh target yang mesti dikejar Budi Karya dalam pemerintahannya 5 tahun ke depan.

Di antaranya pembangunan transportasi di daerah remote atau tertinggal, pembangunan angkutan perintis yang menghubungkan wilayah pelosok melaui jalur udara, darat dan laut; pembangunan transportasi massal berbasis jalan darat dan rel.

Baca Juga :  Pemerintah Klaim Sekitar 132.000 Orang Tak Lagi Menganggur Usai Jadi Peserta Program Kartu Prakerja

Kemudian, transportasi massal berbasis sungai, danau dan penyeberangan; pembangunan jalur logistik, pengembangan transportasi berbasis teknologi atau transportasi cerdas, pembangunan transportasi ramah lingkungan.

Selanjutnya, pembangunan prasarana transportasi, pengembangan kelembagaan dan sumber daya manusia transportasi. Lalu, peningkatan keselamatan transportasi.

Sebelumnya Budi Karya dipanggil oleh Jokowi pada Selasa siang. Ia secara gamblang mengakui bahwa telah ditunjuk kembali sebagai Menteri Perhubungan.

“Harus dipastikan terjadi satu konektivitas yang baik. Secara khusus bagaimana mendukung pariwisata dan logistik membaik. Jadi saya ditugaskan untuk melanjutkan tugas saya sebagai menteri perhubungan,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan.

www.tempo.co