loading...
Dwi Budhi Prasetya. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Setelah melakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah (NPHD) pada 1 Oktober lalu komisi Pemilihan umum KPUD dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sragen langsung bergerak cepat. Kedua lembaga tersebut perekrutan badan ad hok Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) 2020.

Ketua Bawaslu Sragen Dwi Budi Prasetyo mengatakan, Panwascam Pilbup 2020 harus dilantik akhir Desember 2019.

Oleh sebab itu akan segera dilakukan perekrutan panwascam minimal November mendatang.

“Pada pertengahan November kalau bisa sudah selesai,” ungkap Dwi Budi Prasetyo, Kamis (10/10/2019).

Tugas pertamanya adalah mengawasi proses seleksi dan perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen.

Baca Juga :  Terpukul Badai Corona, Dunia Usaha dan Industri di Sragen Mulai Menjerit. Omset Anjlok Hingga 50 Persen Lebih

Karena perekrutan dan pelantikan Panwascam sudah dilakukan pada pertengahan November mendatang, maka anggaran untuk Bawaslu di Pilbup 2020 mendatang, bersumber dari APBD 2019 Perubahan dan APBD 2020 Pemkab Sragen.

“Untuk Pilbup 2020, Bawaslu sendiri mendapatkan plot anggaran Rp 6,822 miliar. Sebelumnya kami mengusulkan anggaran Pilbup 2020 Rp 7,8 miliar tetapi ada berbagai penyesuaian yang dilakukan, sehingga akhirnya disetujui Rp  6,822 miliar,” jelasnya.

Menurut dia, anggaran sebesar itu dipergunakan berbagai kegiatan, termasuk untuk anggaran honor pengawas ad hoc.

Budhi mengungkapkan, penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk anggaran Pilbup 2020 telah dilakukan Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati dengan Ketua Bawaslu Sragen, di kantor Bupati Sragen, pada Selasa (1/10/2019).

Baca Juga :  Prihatin Wabah Corona, DPD Nasdem Sragen Terjun Gelar Penyemprotan Desinfektan Serentak di Wilayah Kecamatan dan Sosialisasi Pencegahan ke Masyarakat

Di hari yang sama juga dilakukan penandatangan NPHD dengan Ketua KPU Sragen Minarso. Wardoyo