loading...
Loading...
Ilustrasi kopi

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Sempat meredup, kejayaan kopi Karanganyar kini kembali mencoba dihidupkan.

Pemkab berupaya mengangkat komoditas lokal asal Karanganyar agar lebih dikenal luas. Salah satunya mengangkat potensi komoditas kopi lokal asli Karanganyar.

Bupati Karanganyar menyebut potensi kopi asal Bumi Intanpari sangat luar biasa. Karena produksi kopi di Karanganyar saat ini masih sedikit yang diproduksi untuk (dijual) di kedai-kedai kopi yang semakin berkembang pesat. Sehingga harus mendatangkan kopi dari luar daerah.

“Karenanya saat ini kita coba kembangkan kembali kopi khas Karanganyar Lawu,” jelasnya Sabtu (5/10/2019).

Bupati menguraikan kopi Karanganyar Lawu mempunyai sejarah panjang. Sejak zaman VOC (Belanda) komoditas kopi  yang ditanam di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah ini menjadi primadona.

Baca Juga :  Tak Punya Biaya Bayar Tukang, Sejumlah Warga Miskin Penerima Bantuan RTLH di Karanganyar Kebingungan. Bantuan Material Masih Mangkrak 

“Kopi di Karanganyar utamanya di lereng gunung Lawu, utamanya saat jaman penjajahan Belanda merupakan kopi terbaik nomer 2 di dunia. Karena itu Belanda menjajah Indonesia untuk mengambil rempah-rempah termasuk hasil kopi,” urai Yuli.

Berkaca dari pengalaman jaman lalu bahwa kopi Lawu sempat mendunia maka pemkab Karanganyar berupaya menghidupkan dan mengembangkan  kembali pertanian kopi di lereng Lawu seperti, Jenawi, Ngargoyoso, Jatiyoso merupakan wilayah yang potensial untuk pertanian kopi.

Ketua Ekonomi Kreatif Karanganyar (Ekraf), Martoyo juga berkeinginan untuk  mengangkat potensi kopi yang ada di sepanjang lereng Gunung Lawu. Saat ini petani kopi Lawu juga mulai menjualnya secara online meski jumlahnya masih terbatas.

Baca Juga :  Kecelakaan Tragis, Avanza Hantam Pembatas Jalan dan Terjun ke Sungai di Jumantono Karanganyar

“Selama ini wisatawan tahunya Gunung Lawu itu keindahan alamnya, tapi sekarang kita juga punya unggulan lain yakni kopi,” pungkasnya. Wardoyo

 

Loading...