JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Mengulik Warung Soto Seger Rp 3.000 di Gondang Yang Mendadak Jadi Kuliner Idola Sragen. Pengunjungnya Mirip Pasar Malam, Mayoritas Tak Cukup Hanya Satu Mangkok 

Warung Soto Seger Bu Retno yang berharga hanya Rp 3.000 di Gondang, Sragen yang selalu diserbu ratusan pengunjung tiap malamnya. Foto/Wardoyo
Warung Soto Seger Bu Retno yang berharga hanya Rp 3.000 di Gondang, Sragen yang selalu diserbu ratusan pengunjung tiap malamnya. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Masih ingatkah dengan mie ayam Rp 2.000 di Gondang, Sragen yang sempat menghebohkan jagat maya beberapa waktu lalu. Ternyata tak hanya mie ayam, ada kuliner lezat lainnya yang ternyata juga jadi idola warga.

Kuliner itu adalah Soto Seger Bu Retno. Sepintas warung soto Bu Retno di Dukuh Gondang Tani RT 25, Gondang, Sragen itu tak ada yang berbeda dari warung soto pada umumnya.

Namun jangan salah, ternyata warung soto yang dikelola Sri Retno Kusri Wardani (42) warga Dukuh Gondang Tani RT 25, Gondang itu menyimpan segudang keistimewaan yang membuatnya menjadi klangenan di mata pecinta kuliner di Sragen.

Tak heran, pengunjung warung berkonsep klasik itu pun tak pernah sepi. Bahkan hampir tiap malam, pengunjung warung di tepi jalan raya Gondang Kalanh itu membeludak mirip pasar malam.

Ya, Soto Seger Bu Retno memiliki keistimewaan dari banyak hal. Pertama, harga porsinya yang sangat merakyat yakni hanya Rp 3.000 semangkok.

Dengan harga ekonomis, soto ini jadi klangenan warga dari berbagai kalangan ekonomi.

Baca Juga :  Pasangan Agung/Sukis Raih Juara Turnamen Bulutangkis Jokindo Cup 2021. Animo Peserta Tinggi Sekaligus Jadi Ajang Silaturahmi

Kedua, kelezatan resep soto daging sapi di situ rupanya menjadi daya tarik bagi pengunjung.

Bumbu khusus dengan rempah jahe menjadi penambah citarasa soto Bu Retno sehingga terasa berbeda dari soto pada umumnya.

Bahkan, hampir sebagian besar pengunjung menghabiskan minimal dua mangkok di sekali santap.

“Kadang ada yang habis 3 mangkok juga,” ujar Retno, ditemui di warungnya, Sabtu (5/10/2019) malam.

Ramainya pengunjung warung soto Bu Retno. Foto/Wardoyo

Retno menuturkan usaha soto segernya mulai dirintis tahun 2017 lalu. Berawal ketika ia harus pulang kampung untuk merawat orangtuanya yang sudah tua.

Sebelumnya ia merantau di Jakarta selama hampir 16 tahun sejak tahun 2000 sebagai buruh pabrik.

Sebelum kemudian, ia harus pulang tahun 2016 karena diminta menunggu orangtuanya.

“Nah sambil nunggu orangtua, kami lalu coba-coba jualan soto. Awalnya biasa saja. Kadang juga nggak habis. Lalu setelah jalan ini diperbaiki dan ramai, akhirnya soto saya ikut ramai,” ujar Retno.

Ia mengisahkan sotonya mulai ramai ketika setahun berjalan. Sebelumnya saat jalan rusak dan belum diperbaiki, banyak warga yang berlalu ketika melintasi depan warungnya.

Baca Juga :  Mbah Samiyem Jadi Korban Tewas ke- 20 yang Kesetrum Jebakan Tikus di Sragen. Berikut Daftar Lengkapnya!

Namun setelah jalan bagus sejak setahun lalu, perlahan warung sotonya mulai dikenal dan kini jadi terkenal.

“Dulu mungkin orang banyak yang nggak tahu. Karena jalan rusak jadi enggak begitu melihat. Reaksi mereka banyak yang kaget setelah tahu. Kok ada ya soto enak di sini. Padahal sebenarnya kita udah lama buka,” terang Retno.

Ia menguraikan warung sotonya memang berbeda dari warung pada umumnya. Karena warungnya baru buka mulai pukul 16.00 WIB hingga malam. Warungnya biasanya ditutup setelah porsi nasi yang dimasak sudah habis.

“Kadang sampai jam 21.00 WIB, tapi kadang jam 20.00 WIB sudah habis. Pokoknya kalau sudah nasinya habis, saya tutup. Kami nggak ngoyo (memaksakan) Mas. Kalau sudah habis, ya tutup dan istirahat. Besok jualan lagi,” tukasnya.

Sejak setahun terakhir ketika warung sotonya mulai kondang, Retno menuturkan dalam sehari ia bisa menghabiskan 6 kg beras atau 1000 porsi sekali buka.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua