JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Tekan Resiko Lakalantas, Gojek Kukuhkan Tim Rescue Gojek Solo Raya

Go Jek merangkul mitra driver GoRide Solo Raya khususnya yang tergabung dalam komunitas Rescue Gojek. Foto: JSnews/Triawati PP
loading...
Loading...
Go Jek merangkul mitra driver GoRide Solo Raya khususnya yang tergabung dalam komunitas Rescue Gojek. Foto: JSnews/Triawati PP

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM– Aplikasi super-app (aplikasi pintar) karya anak bangsa, Gojek terus berkomitmen untuk memberikan dampak sosial seluas-luasnya bagi masyarakat melalui pemberdayaan sektor ekonomi informal. Jutaan mitra pengemudi Gojek merupakan perpanjangan tangan Gojek dalam memberikan dampak positif termasuk untuk meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas.

Keselamatan dan keamanan berkendara di jalan raya menjadi perhatian Gojek sebagai penyedia layanan ride-hailing pertama dan terbesar di Indonesia. Gojek mempelopori beragam inisiatif yang mengedepankan keselamatan dan keamanan berkendara bagi para mitra drivernya. Menggandeng berbagai institusi, Gojek semakin memberdayakan mitra pengemudi melalui pelatihan keselamatan dan keamanan, serta penanganan kecelakaan yang bermanfaat bukan hanya untuk keseharian mereka, namun juga masyarakat pada umumnya. Di Solo, Gojek bermitra dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Solo Raya untuk memberikan pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) kepada Mitra Driver GoRide dan dikukuhkan sebagai Tim Rescue Gojek Solo Raya.

Mariana Wijayanti, District Head Gojek Solo Raya mengatakan, melalui kerjasama dengan Palang Merah Indonesia, Go Jek merangkul mitra driver GoRide Solo Raya khususnya yang tergabung dalam komunitas Rescue Gojek. Komunitas ini selama ini telah berinisiatif menolong pengguna jalan yang membutuhkan dan kami sangat mengapresiasi hal tersebut.

Baca Juga :  CATAT! Kini Masyarakat Dilarang Saksikan Naik Turun Pesawat di Sebelah Barat Bandara Adi Soemarmo

“Kami juga berkomitmen untuk semakin memberdayakan mereka melalui pelatihan PPGD yang diberikan oleh pihak-pihak yang berkompetensi,” urainya, Rabu (16/10/2019).

Sementara itu, Sumartono Hadinoto selaku Sekretaris PMI Solo mengungkapkan apresiasinya kepada Gojek,

“Kami berikan apresiasi kepada Gojek dan para Mitra Driver GoRide yang telah turut berpartisipasi dan terlibat aktif menjaga keselamatan pengguna jalan raya. Pelatihan PPGD yang kami berikan menjadi pembekalan bagi tim Rescue Gojek dalam memberikan pertolongan kepada korban kecelakaan lalu lintas dengan benar dan tepat,” tukasnya.

Pelatihan PPGD Gojek di Solo diadakan melalui wadah Bengkel Belajar Mitra (BBM) yang bertujuan untuk menaikkelaskan mitra Gojek. PPGD merupakan pelatihan yang berbeda dengan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan). Jika P3K adalah pertolongan kecelakaan pada umumnya yang tidak mengancam nyawa seseorang, maka PPGD memberikan fokus pada pertolongan korban kecelakaan lalu lintas yang bersifat kritis dan mengancam jiwa. Mitra driver yang sudah tergabung dalam Tim Rescue Gojek, diberikan pelatihan bersertifikat yang diselenggarakan oleh PMI Solo Raya. Sertifikasi ini perlu dilakukan agar penanganan korban kecelakaan yang dilakukan oleh tim rescue sesuai dengan standar medis yang benar dan tepat. Tim ini terdiri dari 21 mitra driver, tujuh diantaranya merupakan tim inti yang mengikuti program sertifikasi ini. Pelatihan serupa, diadakan pula oleh Palang Merah Indonesia dan ACT (Aksi Cepat Tanggap) di beberapa kota lainnya.

Baca Juga :  Kepala KPPN Surakarta Lepas Mahasiswa Magang Prodi Akuntansi Unisri

Ketua Tim Rescue Gojek di Solo Raya, Donny Prasetyo menyambut baik kesempatan yang diberikan Gojek bagi mitra driver GoRide untuk mengikuti pelatihan PPGD. “Sebagai mitra driver yang menghabiskan sebagian besar waktu di jalan raya setiap harinya, pelatihan ini tentunya sangat penting diikuti. Sehingga, kedepannya semakin banyak driver yang teredukasi dan mampu menolong sesama pengguna jalan bila terjadi kecelakaan atau kondisi darurat lainnya,” ujarnya. Triawati PP

Loading...