JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terduga Teroris Masaran Sragen Dikenal Sebagai Guru Honorer. Istrinya Asal Brebes, Tapi Tak Pernah Mau Tunjukkan Buku Nikah

Lokasi bengkel penangkapan terduga teroris di Masaran, Sragen, Rabu (16/10/2019). Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Lokasi bengkel penangkapan terduga teroris di Masaran, Sragen, Rabu (16/10/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Penangkapan pasutri terduga teroris oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri di Desa Jati, Masaran, Sragen, Rabu (16/10/2019) turut menguak misteri sosok keduanya di mata warga.

Menurut keterangan warga, Abdul Azis (30), warga Dukuh Masaran Kulon RT 8/ RW 2B itu selama ini dikenal sebagai guru honorer. Namun mereka tak mengetahui Aziz mengajar di sekolah mana.

“Kalau tahunya sih dia guru honorer. Tapi ngajarnya di mana kurang tahu Mas,” ujar Lita (37) tetangga yang tinggal di depan rumah Aziz, saat ditemui Rabu (16/10/2019).

Ia menuturkan Aziz ditangkap bersama istrinya, Maryam alias Novi (25). Sepengetahuannya Novi berasal dari Brebes, sedangkan Aziz adalah warga asli Desa Jati, Masaran, Sragen.

Sepengetahuannya, Abdul Azis belum lama menikahi Novi dan hingga kini belum dikaruniai anak. Mereka tinggal di rumah Slamet, orangtua Aziz di Jati, Masaran.

Baca Juga :  Buntut Dugaan Video Saru di Mojo Sragen, Sang Istri Laporkan Balik Suaminya ke Polres. Sebut Semua Tuduhan Main Sama Beberapa Pria di Depan Anak dan Direkam Sama Sekali Tidak Benar!

“Tadi yang laki ditangkap dulu, baru istrinya,” urai Lita.

Lita juga sempat diminta oleh polisi untuk menyaksikan penggeledahan di rumah orangtua Abdul Aziz. Dari rumah itu, petugas mengamankan sejumlah barang yang diduga terkait dengan aktivitas berbau terorisme.

Aziz ditangkap sekitar pukul 12.30 WIB di sebuah bengkel motor, 500 meter dari rumahnya. Penangkapan berlangsung sangat cepat. Terduga ditangkap tanpa perlawanan dan digerebek langsung dinaikkan ke mobil Densus.

Misbakh, penjahit yang tinggal di depan lokasi penangkapan menuturkan penangkapan Abdul berlangsung tak lebih dari 3 menit.

“Yang menangkap sekitar 7 orang. Di depan bengkel orangnya langsung ditelungkupkan dan mukanya ditutup kain hitam. Setelah itu dibawa pergi pakai mobil,” tutur Misbakh.

Ketua RT 8, Rusmanto mengatakan ia sempat ditemui polisi sepulang kerja. Kemudian diminta untuk menyaksikan penggeledahan.

Baca Juga :  Tambah 4 Lagi, Jumlah Kasus Covid-19 Sragen Jadi 704 Kasus Hari Ini. Ada 153 Pasien Masih Dirawat, 523 Sembuh, Jumlah Warga Meninggal 79 Orang

“Saya tadi habis pulang kerja langsung ditemui polisi, diminta untuk menyaksikan. Ketika saya sampai, rumah itu sudah dipasang garis polisi. Istri Abdul (Novi) juga posisinya sudah di dalam mobil polisi,” kata Rusmanto.

Menurutnya tidak ada yang mencurigakan dari keseharian Abdul Azis. Hanya saja terkait istrinya, Rusmanto mengakui belum ada warga menyaksikan pernikahan keduanya.

“Belum ada yang menyaksikan pernikahannya. Saya minta dokumen nikah juga belum diberi sampai sekarang. Kalo yang cewek pindah ke sini sejak 6 bulan terakhir,” kata Rusmanto.

Sementara Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan membenarkan adanya penangkapan di Masaran. Kasat Reskrim Sragen AKP Supardi juga  membenarkan penggeledahan tersebut. Namun pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih detail terkait barang bukti yang diamankan.

“Tadi kita sifatnya hanya membackup saja. Kalau barang buktinya apa saja, bukan kewenangan kita,” ujarnya. Wardoyo