JOGLOSEMARNEWS.COM Market Ekbis

Tokopedia Fokus Kembangan Pasar Lokal, Anggap Boyolali Lebih Penting daripada Bangkok

Wakil Direktur LPEM FEB UI Kiki Verico, CEO and Co Founder Tokopedia William Tanuwijaya dan Pendiri Smitten by Pattern Laras Angeraint (dir kiri) berbincang usai konferensi pers di Jakarta, Kamis (10/10/2019). Republika.co.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Tokopedia yang merupakan salah satu e-commerce unicorn Indonesia memilih fokus pada perluasan pasar lokal ketimbang mencoba menjamah pasar internasional. Upaya perluasan pasar lokal tersebut dengan mendorong pemerataan para pedagang toko online di Tokopedia dari daerah luar Jawa agar distribusi produk merata.

Co Founder sekaligus CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, menyebut, langkah itu berbeda dengan para unicorn lain di Indonesia yang memilih untuk ekspansi global. Sebab, potensi ekonomi digital dalam negari masih banyak yang belum tergali. Itu sekaligus untuk mendukung pemerataan pertumbuhan ekonomi daerah dengan teknologi digital.

Baca Juga :  Tokopedia Catat Kenaikan Transaksi Belanja Dua Kali Lipat di Solo Sepanjang 2021

Tokopedia akan go local bukan go global. Kami merasa Boyolali lebih penting daripada Bangkok, Makassar lebih penting daripada Manilla,” kata William di Djakarta Theater, Kamis (10/10/2019) malam.

Potensi daerah yang ia maksud, termasuk 100 juta masyarakat yang tinggal di perdesaan. Mereka semestinya diberdayakan untuk memulai usaha dengan memanfaatkan teknologi e-commerce agar kesejahteraan meningkat.

Hasil riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB Universitas Indonesia 2019, terdapat 6,4 juta masyarakat yang memulai usaha di Tokopedia, naik dari tahun lalu sebanyak 5 juta penjual.

Baca Juga :  Tesla Milik Elon Musk Akan Investasi di Jawa Tengah. Akan Bangun Pabrik Baterei Mobil dan Mobil Tesla

Mereka para penjual tersebar di 96 persen kota dan kabupaten di Indonesia. Lebih dari 5 juta penjual atau 94 persen, merupakan penjual kelas ulta mikro dengan rata-rata penjualan mencapai Rp 48 juta per tahun.

Dengan persebaran penjual yang hingga ke daerah, diketahui transaksi melalui Tokopedia terjadi di 97 persen kecamatan di Indonesia. Transaksi itu dilakukan oleh 90 juta pengguna aktif Tokopedia per bulannya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua