loading...
Ilustrasi pengungsi

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Tiga warga kabupaten Karanganyar yang merantau di Kota Wamena, Provinsi Papua akhirnya tiba di kabupaten Karanganyar.

Mereka terpaksa pulang kampung menyusul kondisi Wamena yang tak kondusif pasca kerusuhan yang merenggut banyak nyawa akhir-akhir ini.

Kepala Dinas Sosial kabupaten Karangnyar Agus Heri Bindarto  mengatakan ketiga warga yang sempat mengungsi tersebut, masing-masing,  Parman dan Iwan warga Desa Kragan, Kecamatan Gondang Rejo, serta Cristian Budi asal Kecamatan Jaten.

Menurut Agus, proses evakuasi tehadap 3 warga Karanganyar tersebut bersamaan dengan warga yang berasal dari kota lain, dengan menggunakan pesawat Hercules.

Para pengungsi itu mendarat di Bandara Abdurrahman Saleh, Malang dan langsung dijemput oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Tenegah dan kemudian diantar Panti Pelayanan Sosial Wanita Wanodyatama Surakarta.

Baca Juga :  Data Corona Terbaru Karanganyar, Jumlah ODP Terus Meroket Tambah 26 Orang Jadi 130 Orang. Jumlah Pasien Dirawat Berstatus PDP 11 Orang, DKK Sebut Ini Pemicunya!

Agus menambahkan setelah tiba di Panti pelayanan Sosial 3 warga Karanganyar tersebut, dijemput Dinas Sosial dan diantar ke rumah masing-masing.

“Kemarin mendarat di Malang, diangkut menggunakan pesawat Hercules. Kemudian dijemput oleh Dinsos Provinsi, setelah itu diantar ke Solo dan langsung kita jemput. Untuk santunan, masih akan melihat kondisi para warga yang baru pulang tersebut. Tapi pada prinsipnya, kita siap memberikan bantuan,” kata Agus kepada wartawan kemarin.

Mengenai berapa jumlah warga Karanganyar yang masih berada di Wamena, Agus mengaku masih berkoordinasi dengan Pemerintah provinsi.

Baca Juga :  Sejumlah Kampung di Karanganyar Lockdown, Bupati Minta Dipikirkan Penghasilan Warganya Yang Tak Punya Gaji Bulanan

Termasuk berkoordinasi dengan ketua paguyuban warga Karanganyar yang berada di Wamena untuk memastikan jumlah warga tersebut.

“Kita terus melakukan koordinasi untuk memastikan berapa jumlah warga Karanganyar yang ada di Wamena, “ pungkasnya. Wardoyo