JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

World Sight Day di SD Marsudirini, Upaya Mendeteksi Kesehatan Mata Sejak Dini

Suasana World Sight Day di SD Marsudirini / Joglosemarnews.com
madu borneo
madu borneo
madu borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dalam rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke-55 tahun 2019, diselenggarakan kegiatan World Sight Day di SD Marsudirini Surakarta, Jumat (18/10/2019) pagi.

Acara yang digelar oleh Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) cabang Kota Surakarta tersebut berlangsung di aula sekolah setempat, dan diikuti oleh ratusan siswa.

Satu per satu dari para siswa tersebut diminta untuk mengeja huruf dari jarak tertentu dalam ukuran font yang bervariasi. Praktik ini persis seperti identifikasi awal kesehatan mata.

“Dengan cara seperti ini, akan diketahui  kondisi kesehatan mata para siswa itu seperti apa dan bagaimana tindakan yang harus dilakukan oleh guru,” ujar Dr Enny Listiawati, salah satu panitia kegiatan kepada Joglosemarnews.

Enny mengatakan, kegiatan tersebut sebenarnya dihelat oleh Perdami Kota Surakarta yang didukung oleh Sejuta Kaca Mata untuk Indonesia.

Dr Enny mengatakan, kebanyakan kelainan visus mata pada anak memang terdeteksi di sekolah. Karena itu, dengan cara pemeriksaan visus tersebut, guru-guru disadarkan akan perannya dalam mendeteksi kesehatan mata anak.

Baca Juga :  Kisah Wisudawan Fakultas Ekonomi Unisri, Bayar Kuliah dari Hasil Ngojek dan Jualan Daster

“Andai nanti dalam pemeriksaan ditemui kasus ketajaman mata yang kurang normal, maka akan dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut ke dokter,” ujarnya.

Sebelumnya, jelas Dr Enny, telah dilakukan edukasi kepada para guru mengenai pentingnya mendeteksi visus pada anak. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menggunakan metode snellen chart.

Edukasi untuk peserta didik juga dilakukan, agar mereka mengerti akan pentingnya menjaga kesehatan mata. Edukasi tersebut kemudian diikuti dengan pemeriksaan visus dengan metode snellen chart secara serentak.

“Pemeriksaan sifatnya masih sederhana, jadi tidak dilakukan oleh dokter, melainkan cukup oleh relawan dan guru,” paparnya.

Sementara itu, dr Senyum Indrakila Sp.M selaku Ketua Perdami Cabang Kota Surakarta menjelaskan,  pemeriksaan kesehatan mata di SD Marsudirini  tersebut sebenarnya merupakan inisiasi.

dr Senyum Indrakila SpM / Joglosemarnews

Di mana, dalam bulan-bulan selanjutnya akan dilakukan kegiatan serupa secara simultan ke sekolah-sekolah lainnya.

“Ini kita lakukan karena deteksi dini kelainan mata sangat penting. Deteksi yang terlambat akan mengakibatkan penangan myang tidak maksimal. Dampak selanjutnya adalah prestasi akademik anak yang menurun,” beber Dr Senyum yang juga menjadi penanggung jawab kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Puluhan Guru dan Tenaga Kependidikan SMKN 1 Girisubo Gunungkidul DIY Ikuti Pelatihan Penguatan Budaya Kerja Industri Bagi Guru dan Tenaga Kependidikan

Dalam kesempatan yang sama, Kepala SD Marsudirini Surakarta, Fransisca Sri Lani, S.Pd  berharap, dengan kegiatan tersebut peserta didik maupun orang tua dapat memahami dan merawat kesehatan mata anak-anaknya.

“Terutama, bagaimana  anak-anak bisa mengatur atau mengurangi penggunaan handphone. Ini juga edukasi bagi orangtua, bagaimana harus mendampingi anak-anaknya di rumah, terutama dalam hal penggunaan gadget ini. Anak-anak kan jangkauannya masih panjang, kan eman-eman,” ujarnya.

Sebelumnya, kegiatan World Sight Day ini dirangkai dengan lomba menulis untuk kelas 3,4, 5 dan 6 serta lomba bercerita untuk siswa kelas 1 dan  2. Kedua lomba tersebut mengambil tema dan mengandung kisah tentang kaca mata.

“Hasil tulisan itu kemudian dibikin  video lalu di-upload ke instagram,” ujar dr Enny. suhamdani