JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

25 Dalang di Karanganyar Bakal Beradu Sabetan Selama 2 Hari Nonstop di Balai Desa Ngargoyoso. Ada Manteb Sudarsono dan Deretan Dalang Kondang Lainnya! 

Sulardiyanto. Foto/Wardoyo
Sulardiyanto. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Sebanyak 25 dalang di Karanganyar akan mendalang selama 30 jam selama dua hari di halaman rumah makan Balai Desa, Ngargoyoso. Agenda itu digelar dalam rangka Hari Wayang Nasional.

Pentas wayang nonstop dimulai pada hari Sabtu ( 23/11/2019) sampai Minggu (24/11/2019). Seluruh dalang yang akan tampil, adalah para dalang asli warga Karanganyar.

Pementasan wayang kulit nonstop ini, diharapkan mampu mendongkrak popularitas dalang, terutama bagi kalangan generasi muda.

Ketua panitia Sulardiyanto mengungkapkan, pentas wayang 30 jam ini, merupakan inisiatif para dalang yang tergabung Paguyuban Dalang Karanganyar.

Baca Juga :  Produk UMKM Mulai Tembus Pasar Internasional, Pemkab Karanganyar Raih 2 Penghargaan Nasional dari Kemenkop dan Mark Plus. Ini Kategorinya!

Para dalang yang akan tampil, diantaranya, Ki Manteb Sudharsono, Ki Danang Suseno, Ki Cahyo Kuntadi yang dosen di pedalangan ISI, termasuk DR Heru, Ki Aji Dwi Santoso, Ki Sulardiyanto, serta sejumlah dalang lain yang selama ini telah memiliki penggemar masing-masing.

“Dengan pementasan wayang ini, kami ingin menyampaikan kepada masyarakat, bahwa wayang masih hidup. Ini perlu kerja keras dai semua orang, untuk melestarikan wayang sebagai salah satu warisan budaya nusantara. Kita juga ingin mengajak para generasi muda, untuk mencintai seni budaya wayang yang mulai ditinggalkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Bicara di Hadapan Karang Taruna Sarirejo, Rober Ingatkan Narkoba Lebih Berbahaya dari Corona. Ini Alasannya!

Dijelaskannya, masing-masing dalang, nantinya akan menunjukkan kebolehannya masing-masing selama satu jam. Kepiawaian mereka nanti akan terlihat  dari pentas tersebut.

Mulai keahlian sabet, merangkai lakon, greget, keprakan, dhodhogan.

Tema yang kdiusung dalam pementasan ini adalah ‘ayo ndalang, ayo nonton wayang’.

Tema itu diangkat untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa wayang itu masih eksis dan memiliki penggemar.

“Contohnya Ki Seno Nugroho yang memanfaatkan teknologi untuk menunjukkan wayang masih mendapat tempat di masyarakat,” pungkasnya. Wardoyo