loading...
Loading...
Luluk Nur Hamidah. Dok. Pribadi

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Pusat Koperasi Pondok Pesantren (Puskopontren) mengadakan
Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2018 dan Rapat Anggota Khusus yang bertempat di
PP Nurul Falah Ciganjur, Jakarta Selatan Jumat (15/11/2019).

Dalam rilis yang diterima JOGLOSEMARNEWS.COM, Minggu (17/11/2019), rapat dihadiri oleh Luluk Nur Hamidah, Anggota DPR RI Fraksi
PKB Periode 2019-2024, Wahyuni Kasubid Pelaksana Pertanggungjawaban Deputi
Kelembagaan Kementerian Koperasi, serta jajaran pengurus Puskopontren.

Dalam rapat tersebut diputuskan dua hal, pertama, secara aklamasi Luluk Nur Hamidah, menjadi Ketua Umum Pusat Koperasi Pondok Pesantren untuk periode 2019-2024. Kedua, status Puskopontren diupgrade menjadi Koperasi Sekunder Nasional, yang wilayah kerja dan jangkaunnya tidak hanya sebatas DKI Jakarta. Tapi seluruh wilayah Indonesia bilamana dikehendaki.

Usai terpilih secara aklamas, Luluk menyatakan pihaknya akan menyusun kepengurusan dan mengadakan raker kerja sekaligus Renstra (perencanaan strategis). Ini untuk menjawab berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi oleh Puskopontren saat ini. Termasuk membuka kesempatan
kepesertaan Puskopontren dari luar Jabodetabek.

Selain itu, menurut Luluk, Puskopontren yang saat ini anggotanya sebanyak 25 koperasi yang berbasis pondok pesantren harus memberi manfaat bukan hanya untuk anggota. Tapi sekaligus mampu melakukan fungsi pemberdayaan untuk masyarakat sekitar pesantren.

” Melaui koperasi pondok pesantren kami ingin kembangkan pola pemberdayaan dan kerjasama
yang saling memberi manfaat pada anggota dan lingkungan sekitar pesantren. Kopontren dapat
melakukan kemitraan dan pembinaan UKM pada kelompok masyarakat, misalnya majlis taklim, kelompok remaja masjid dan mushola, Kelompok perempuan, dan kami siap untuk membuka akses dengan mitra dari segi permodalan, pelatihan,pembinaan manajemen usaha atau kelembagaan, serta terobosan pasar baik online maupun offline,” kata dia.

Baca Juga :  Direktur BTN Disebut-sebut Terpapar Radikalisme, Erick Thohir Kecolongan?

Lebih lanjut Luluk menyampaikan pihaknya menyambut positif keinginan pemerintah Jokowi yang ingin mengenalkan koperasi untuk kalangan santri dan Puskopontren. Siap bekerjasama dengan pemerintah untuk melakukan pendidikan dan literasi perkoperasian, membangun budaya menabung dan wirausaha serta manfaatkan berjejaring dalam kegiatan perekonomian.

” Prinsip saling tolong menolong, saling menguatkan, serta gotong royong adalah modal sosial
yang luar biasa yang dapat digunakan sebagai tawaran atas sistem ekonomi yang terlalu liberal dan kapitalis seprrti saat sekarang. Manfaat berkoperasi bukan hanya untuk kesejahteraan anggota semata, tapi insyaallah membawa kemaslahatan umat secara luas. Apalagi pesantren yang
memiliki kekuatan jaringan dan nilai-nilai kemandirian dan kejujuran maka dapat berkontribusi dalam mbangun perekomian baru yang selaras dengan tujuan pemerintahan pak Jokowi dan
KH.Ma’tuf Amin saat ini,” beber dia.

Alumni pondok pesantren Darul Ulum Jombang dan penerima beasiswa Tanoto Foundation di Lee Kuan Yew of Public Policy NUS Singapore ini optimis jika Puskopontren dapat menjadi mitra strategis baik pemerintah, BUMN maupun pihak swasta.

“Alhamdulillah respon terhadap kepengurusan baru ini cukup baik. Kami sudah menerima tawaran kerjasama dari berbagai pihak. Dari Kementrian Koperasi siap mendukung program kami, juga Perbankan dan BUMD juga menyatakan minat untuk kerjasama. Dalam waktu dekat
insyaallah Bulan Desember tahun ini,kami akan mengadakan festival Koperasi Pondok Pesantren
sebagi ajang silaturahim dan membuka pintu kemitraan antara koperasi pondok pesantren dengan
pihak luar..Kami siap dan terbuka untuk bekerjasama dengan pihak manapun untuk memajukan
ekonomi umat. Kita juga akan dorong Puskopontren dapat menjadi mitra tidak terbatas Kementrian Koperasi dan UKM. Tapi bisa juga Kementrian Pertanian, Kementrian Perindustrian
dan Kementrian Perdagangan, termasuk Kementrian Desa, Kementrian Tenaga Kerja, pihak
swasta dan lain sebagainya. Mohon doanya saja,” terang dia.

Baca Juga :  Temuan Guci 2.000 Tahun Kuak Misteri Situs Pemakaman Kuno Kostrzyn Polandia

Di antara yang hadir dalam rapat anggota yang memilih secara aklamasi kader NU ini sebagai
ketua umum Puskopontren, yaitu Dr Dianta Sebayang, ekonom UNJ yang disertasinya tentang
Koperasi. Dianta menyatakan siap dan menyanggupi untuk menjadi dewan pakar Puskopontren. Juga hadir dr. Muhammad Makky Zamzami, pengurus pusat ARSINU ( Asosiasi Rumah Sakit NU) yang rencananya didapuk sebagai ketua bidang jaringan dan kerjasama. Aria

Loading...