JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Begini Isi Ceramah Gus Miftah Dalam Pengajian Akbar di Pracimantoro Wonogiri, Dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Pengajian Gus Miftah di Pracimantoro, Wonogiri.
Pengajian Gus Miftah di Pracimantoro, Wonogiri.

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ribuan warga Kecamatan Pracimantoro Wonogiri memadati lapangan Sepak Bola Pracimantoro. Mereka bersama forkopimcam setempat menghadiri pengajian akbar dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan diselenggarakan oleh PAC GP Ansor Kecamatan Pracimantoro. Menghadirkan penceramah KH. Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) dari Jogjakarta, Senin (4/11).

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Pracimantoro Warsito, Danramil 13/Pracimantoro Kapten Budi Waluyo, Polsek Pracimantoro Iptu Agus, Anggota DPRD Wonogiri Abdullah, Anggota DPRD Wonogiri Irwan Hari Purnomo, Ketua MWC NU Kecamatan Pracimantoro Sumarsono, Penceramah KH. Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) dan warga masyarakat se Kecamatan Pracimantoro.

Mauridhoh Hasanah yang disampaikan oleh KH. Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) yaitu Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW. Antara lain meneladani akhlak dan sifat Rasulullah SAW yaitu dalam hal kesabaran, keteguhan hati, kesiagaan, dalam semua ucapan dan perbuatannya.

Baca Juga :  Josss Naik Motor Neo Klasik Kawasaki Estrella 250 CC, Harjo Kendarai Mobil Honda CRV Hitam, Datang ke KPU Ikuti Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Wonogiri 2020

Ungkapan kecintaan dan kegembiraan kepada Rasulullah SAW, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan bisa memperdalam cinta kita kepada Rasulullah SAW. Sehingga umat bisa terus meneladani akhlak beliau oleh karena rasa cinta yang mendalam merupakan salah satu bukti cinta kita kepada Rasulullah SAW, mengagungkan Rasulullah SAW dalam suasana khidmat dan penuh kegembiraan.

“Meneguhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Cinta Rasulullah SAW bisa saja pudar seiring berjalannya waktu. Iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang oleh sebab itu, peneguhan kecintaan kepada Rasulullah SAW merupakan sebuah keniscayaan, sebagai konsekuensi dari keimanan. Kecintaan pada utusan Allah SWT ini harus berada di atas segalanya, melebihi kecintaan pada anak dan istri, kecintaan terhadap harta, kedudukannya, bahkan kecintaannya terhadap dirinya sendiri,” jelas dia.

Baca Juga :  Dari Layanan KB Gratis di Puskesmas Giriwoyo 1 dan 2 Wonogiri Sukses Jaring 32 Akseptor, ini Perinciannya

Membiasakan membaca Shalawat, salah satu hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW adalah pengingat bagi umat kepada Rasulullah SAW di berbagai aktivitas. Sehingga semua aktivitas kita bisa terus terkontrol karena terus ingat Rasulullah SAW. Dengan demikian semua aktivitas kita bisa memeroleh keberkahan dari Allah SWT.

Mengingatkan pesan beliau sebelum wafat. Rasulullah SAW bersabda menjelang berhembusnya nafas terakhir beliau.

“Aku tinggalkan pada kalian dua hal, kalian tidak akan tersesat dengannya, yakni Kitabullah dan Sunnah Nabi Sallallahu Alaihi Wa Sallam,” sebut dia.

Setelah menegaskan kecintaan kepada Rasulullah SAW, berikutnya adalah kecintaan terhadap pewaris Rasulullah SAW yakni ulama yang menjadikan sarana kepada umatnya untuk terus meneladani ulama kontemporer (masa kini) yang memenuhi kriteria sebagai Ulil Amri. Aria