loading...
Loading...
Rektor UNS Solo, Jamal Wiwoho (tengah) didampingi Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan mantan Bupati, Untung Wiyono serta pejabat UNS, usai penandatanganan MoU dan PKS antara UNS dan PT Ndayu Alam Asri di Ndayu Park Sragen, Kamis (7/11/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) resmi meneken kontrak kerjasama dengan PT Ndayu Alam Asri Sragen milik adik Bupati Sragen, Untung Wibowo Sukowati.

Penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dua pihak itu digelar di ruang pertemuan Ndayu Alam Asri atau yang lebih dikenal dengan Ndayu Park.

Menariknya, untuk agenda itu, Rektor UNS, Jamal Wiwoho sampai rela memboyong semua pejabat penting di UNS mulai dari dekan, hingga wakil rektor untuk hadir.

Penandatanganan MoU dan PKS itu juga dihadiri ayahanda Untung Sukowati yang juga mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono. Turut hadir Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama jajaran Kepala Dinas terkait.

Dalam paparannya, Untung Wiyono selaku penggagas awal Ndayu Park mengisahkan bahwa sebenarnya tujuan awal dari pendirian Ndayu Park itu adalah untuk tempat wisata edukasi. Dalam perkembangannya ternyata berjalan bagus dan bisa merambah sebagai wahana pendidikan non formal.

Baca Juga :  Ribuan Warga Jadi Saksi HUT Kelima HRS Music dan Pertemuan Paseduluran Kades 2013-2019 di Tegalrejo Gondang. Bupati, Hingga DPRD Beri Apresiasi 

“Di sini ada lokasi hidroponik, nanam brambang, padi sayu ton 10-11 hektare sudah biasa,” katanya mengawali paparan.

Ia lantas menyampaikan bahwa obsesinya dengan Ndayu Park adalah ingin mendorog genedasi muda menjadi wirausahawan tangguh. Dengan fasilitas yang ada, ia berharap UNS dengan dukungan praktisi dan akademisi yang dimiliki, bisa berkolaborasi dan mengombinasikan kerjasama dengan Ndayu Park untuk kemajuan generasi muda dan wirausaha.

“Saya ingin agar lahir saudagar-saudagar dan wirausahawan tangguh di Sragen,” ujarnya.

Sementara, Rektor UNS, Jamal Wiwoho menyebut penandatanganan MoU dan PKS itu sebagai sesuatu yang hebat. Sebab ia sampai rela membawa kekuatan penuh dari semua jajaran pejabat di UNS mulai dari senat, sekretaris senat, ketua jurusan, dekan, wakil rektor, dan lainnya.

Baca Juga :  Lantik 163 Kades, Bupati Kelahiran Sragen Ini Ingatkan Kades Hati-hati Kelola Dana Desa! 

Menurutnya, MoU itu sangat berarti sebagai bagian untuk mewujudkan sinergitas tripel helix yakni kalangan paktisi akademisi, Pemda dan industri atau pengusaha.

Namun ia menekankan bahwa yang terpenting dari sebuah MoU adalah tindaklanjut nyata sesudahnya. Sehingga nota kerjasama yang ditandangani tak hanya menjadi sleeping MoU atau nota yang tak berguna.

“MoU bagi saya adalah akad nikah. Saya berharap akad nikah yang ditandatangani harus ada tindaklanjutnya. Makanya tadi ada yang mbisiki saya, agar segera ditindaklanjuti. Tanggal 16 November kebetulan UNS ada agenda outbond. Tadi ada yang bilang bagaimana kalau kita pindah saja ke Ndayu Park. Jadi ibarat pengantin, malam pertamanya nanti kita di Ndayu Park,” ujarnya setengah berkelakar.

Baca Juga :  Satu Sekdes di Sragen Dipenjara Karena Nyalo KTP, Dispendukcapil Imbau Para Calo Segera Tobat. Selain Ancaman Pidana, Ini Kerugian Jika  Mengurus Lewat Calo! 

Jamal menguraikan banyak tindaklanjut yang berpeluang dilakukan dari Mou antara UNS dengan Ndayu Park. Salah satunya bisa digelar kelas pasca sarjana UNS dengan memakai lokasi di Ndayu Park sebagai kampusnya.

“Peluang kolaborasi riset di UNS juga bisa di sini. Lalu di kami, ada program  pengabdian di masyarakat, nanti apa yang memungkinkan bisa dikolaborasikan dengan kondisi masyarakat di Sragen,” terangnya.

Sementara, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengapresiasi positif penandatanganan MoU dan PKS tersebut. Ia berharap hal itu bisa menjadi embrio kerjasama yang baik antara UNS dan Ndayu Park yang bermanfaat bagi kemajuan Sragen maupun masyarakat. Wardoyo

 

 

 

Loading...