JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Bupati Karanganyar Minta Semua Instansi dan Perusahaan Bisa Naikkan Upah THL! 

Ilustrasi demo buruh menolak UMK. Foto/istimewa
Ilustrasi demo buruh menolak UMK. Foto/istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta semua instansi dan perusahaan di Karanganyar untuk pelan-pelan bisa menaikkan upah mereka. Hal itu disampaikan saat menggelar Sosialisasi PNS, THL dan Satpam Pasar di Disdagnakerkop kemarin.

Usai sosialisasi dilanjutkan dengan penyerahan bantuan operasional dari kementrian perdagangan.

Dalam sambutannya, bupati menyampaikan beberapa masukan. Untuk Dinas Perdagangan diminta mengimbau semua kantor pabrik apapun terutama kantor pusat diharapkan ke depan pelan-pelan bisa menaikkan upah THL

Selanjutnya untuk satpam pasar supaya menertibkan pedagang-pedagang pasar tanpa terkecuali

Baca Juga :  Siap-Siap Cek Rekening, Jumlah Pemohon Bantuan BPUM UMKM Tahap 2 di Karanganyar Tembus 30.000 Orang. Sebanyak 28.772 Berkas Sudah Diajukan ke Pusat!

“Harapannya pasar ke depan menjadi pasar yang milenial yang melibatkan media digital,” paparnya.

Lebih lanjut, bupati menyebut industri olahan apapun bahan olahan menyumbang 46 % terhadap PDRB (Pendapatan Domestik Regional Bruto) Karanganyar yaitu Rp 39 Juta pertahun.

Jika dikalkulasi perbulan, rata-rata penduduk Karanganyar mendapat rata-rata Rp 3 Jutaan lebih penyebabnya pabrik atau industri olahan.

“ Dinas perdagangan diurus dengan baik dan Dinas Koperasi supaya tertata serta disiapkan untuk hari koperasi tingkat Jateng di Karanganyar yang akan datang, diharapkan juga ada koperasi digital supaya jadi inspirasi bagi yang lain, UMKM  juga harus lebih baik kedepannya, “ jelasnya.

Baca Juga :  PKS Akhirnya Buka Kartu Dibalik Kegagalan Mengusung Calon Bupati-Wabup Sukiman-Iriyanto di Pilkada Sragen. Dari Rapat 29 Agustus 2020 Hingga Rekomendasi Cuma Fotokopi di WA

Bappenas juga menginginkN Karanganyar jadi satu projek maka disediakan adanya Skill Devopment center (SDC) guna melatih angkatan kerja supaya profesional. Kemudian keberadaan BLK dikembangkan yang nantinya apabila ada lulusan SMK yang tidak meneruskan sekolah bisa kursus di tempat tersebut. Wardoyo