JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Bupati Karanganyar Sebut Gunung Lawu Seperti Anak Kecil. “Kalau Nggak Terbakar Ya Bukan Gunung Lawu Namanya!” 

Gunung Lawu. Foto/Istimewa
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Gunung Lawu. Foto/Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu adalah sebuah hal yang wajar. Menurutnya, musibah kebakaran itu meski terjadi setiap tahun, namun tidak berekses apapun.

Hal itu disampaikan Yuli ketika ditanya wartawan di rumdin Bupati, akhir pekan kemarin.

“Gunung Lawu itu kalau tidak terbakar sedikit-sedikit bukan Gunung Lawu namanya. Setiap tahun itu pasti, sedikit, sedikit, sedikit. Itu namanya ndagangi kalau istilah anak kecil trantanan. Anak kecil ya memang selalu begitu,” paparnya.

Menurut Bupati Yuli, meski setiap tahun terbakar, namun tidak ada imbas apapun dari kebakaran hutan di lereng Lawu. Ia menyampaikan dari data terakhir, luas lahan yang terbakar di lereng Lawu mencapai 30 hektare.

Baca Juga :  Lagi Sosialisasi Bahaya Narkoba, Wabup Karanganyar Mendadak Didatangi Warga Sambil Bawa Kue Ultah. Penasaran Ultah ke Berapa?

Lahan hutan yang terbakar itu menurutnya ada di dua titik. Meski demikian, ia memastikan semua titik api sudah berhasil dilokalisir dan bisa tertangani.

“Semua wilayah sudah ada poskonya. Tadi pagi ratusan relawan sudah siap di Posko. Laporan semua terlibat, pokoknya top betul deh penanganannya. Di atas dilokalisir agar tidak merembet ke yang lain,” katanya.

Tim relawan saat memadamkan sisa api yang membakar lereng Gunung Lawu. Foto/Wardoyo

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Titis Sri Jawoto menambahkan kebakaran lawu tak sampai berdampak pada obyek wisata di Karanganyar. Menurutnya yang terdampak hanya jalur pendakian dan sudah resmi ditutup per 21 Oktober lalu.

Baca Juga :  Warga Karanganyar, Catat Baik-Baik, Menteri Pertanian Janji Siap Penuhi Kebutuhan Pupuk Petani Karanganyar 100 %!

“Nanti kalau sudah hujan, langsung kita buka. Hari ini hujan, besok langsung dibuka,” kata dia.

Ia menambahkan titik kebakaran yang terakhir terpantau ada di dekat Plalar dan di atas Candi Cetho ke arah selatan. Namun titik api terbilang kecil.

“Sebenarnya sudah mati tapi kena angin hidup lagi,” tukasnya. Wardoyo