JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Bupati Wonogiri Kritik Polling 5 Hari Sekolah di Tingkat SMP Negeri. Mas Jekek Pertanyakan Relevansi Jajak Pendapat Itu


IMG 20191102 WA0008 1
Ilustrasi belajar mengajar di SMP. Dok. Kodim 0728  Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM  — Bupati Wonogiri Joko Sutopo melayangkan kritikan terhadap polling mengenai rencana penerapan lima hari sekolah untuk SMP Negeri di Wonogiri.

Bupati secara tegas menanyakan relevansi polling dan mengaku belum menerima laporan terkait hal itu.

“Soal polling di sekolah-sekolah, saya tidak tahu,” kata Bupati, Kamis (7/11/2019).

Pihaknya belum mendapat laporan dari dinas terkait soal jajak pendapat mengenai rencana penerapan lima hari sekolah di SMP Negeri.

“Apa relevansinya dengan mengadakan polling? Enam hari sekolah untuk SMP baik-baik saja. Jadi saya minta masyarakat jangan dihadapkan dengan polemik,” kata Bupati.

Baca Juga :  Gawat! Tren Kasus Kekerasan Anak Meningkat di Wonogiri, Begini Antisipasi yang Dilakukan Pemkab Bersama Pengusaha Hotel dan Hiburan

Menurut Bupati, ada dampak negatif bagi siswa ketika lima hari sekolah diterapkan. Dia mencontohkan ketika saat ini libur Minggu saja, anak-anak mulai pagi hingga sore sudah tidak lepas dengan gadget.

“Libur Minggu saja sudah seperti itu, lha kalau liburnya Sabtu dan Minggu kira-kira anak-anak kita nanti mau jadi apa, terus bagaimana masa depannya?,” tandas dia.

Menurut informasi, saat ini setiap SMP Negeri di Wonogiri saat ini telah menggelar polling mengenai rencana penerapan lima hari sekolah. Sebagian besar responden menyatakan setuju diadakannya lima hari sekolah.

Baca Juga :  Tidak Diduga, ini Alasan Ratusan Kendaraan Plat Luar Daerah Lolos Pemeriksaan di Wonogiri

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri Yuli Bangun Nursanti menerangkan, rencana penerapan lima hari sekolah tersebut salah satunya terinspirasi keberhasilan di jenjang SMK dan SMA. Oleh sebab itu kebijakan serupa tengah dikaji untuk diterapkan di jenjang SMP.

Angket disebarkan kepada siswa, orang tua siswa, guru, komite sekolah, dan masyarakat yang berkaitan. Aria