loading...
Loading...
Ilustrasi belajar mengajar di SMP. Dok. Kodim 0728  Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Bupati Wonogiri Joko Sutopo melayangkan kritikan terhadap polling mengenai rencana penerapan lima hari sekolah untuk SMP Negeri di Wonogiri.

Bupati secara tegas menanyakan relevansi polling dan mengaku belum menerima laporan terkait hal itu.

“Soal polling di sekolah-sekolah, saya tidak tahu,” kata Bupati, Kamis (7/11/2019).

Pihaknya belum mendapat laporan dari dinas terkait soal jajak pendapat mengenai rencana penerapan lima hari sekolah di SMP Negeri.

“Apa relevansinya dengan mengadakan polling? Enam hari sekolah untuk SMP baik-baik saja. Jadi saya minta masyarakat jangan dihadapkan dengan polemik,” kata Bupati.

Menurut Bupati, ada dampak negatif bagi siswa ketika lima hari sekolah diterapkan. Dia mencontohkan ketika saat ini libur Minggu saja, anak-anak mulai pagi hingga sore sudah tidak lepas dengan gadget.

Baca Juga :  Terus Waspada Angin Puting Beliung Wonogiri, Hal ini yang Harus Dilakukan Warga

“Libur Minggu saja sudah seperti itu, lha kalau liburnya Sabtu dan Minggu kira-kira anak-anak kita nanti mau jadi apa, terus bagaimana masa depannya?,” tandas dia.

Menurut informasi, saat ini setiap SMP Negeri di Wonogiri saat ini telah menggelar polling mengenai rencana penerapan lima hari sekolah. Sebagian besar responden menyatakan setuju diadakannya lima hari sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri Yuli Bangun Nursanti menerangkan, rencana penerapan lima hari sekolah tersebut salah satunya terinspirasi keberhasilan di jenjang SMK dan SMA. Oleh sebab itu kebijakan serupa tengah dikaji untuk diterapkan di jenjang SMP.

Baca Juga :  Mendag Agus Suparmanto: Kapasitas Penyimpanan Sistem Resi Gudang Masih Perlu Ditambah

Angket disebarkan kepada siswa, orang tua siswa, guru, komite sekolah, dan masyarakat yang berkaitan. Aria

Loading...