JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Cerita Bupati Sragen Pernah Kebanan Saat Lewati Jalan Rusak di Pare-Kacangan. Kini Pesan Jangan Dipakai Trek-Trekan! 

Bupati Sragen dan jajaran Forkompida saat meresmikan jalan Pare-Kacangan, Selasa (26/11/2019). Foto/Wardoyo

IMG 20191127 WA0009 750x500
Bupati Sragen dan jajaran Forkompida saat meresmikan jalan Pare-Kacangan, Selasa (26/11/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Ada cerita menarik saat Bupati Sragen,  Kusdinar Untung Yuni Sukowati meresmikan ruas Jalan Pare-Kacangan, Kecamatan Sumberlawang, Selasa (26/11/2019) kemarin.

Orang nomor satu di jajaran Pemkab Sragen itu mendadak menceritakan insiden ban bocor yang pernah dialaminya saat melintasi jalan itu.

Jalan yang merupakan penghubung tujuh kecamatan di Kabupaten Sragen itu dulu rusak parah.

Waktu itu ban mobilnya sempat bocor saat melintasi jalan yang super parah.  jeleknya jalan.

Baca Juga :  Nekat Jualan Sabu, Sopir Muda asal Karanganyar Digerebek Polisi di Mondokan Sragen. Namanya Galuh, Sabunya Disimpan di Dompet

“Beberapa waktu lalu saya sempat melintas di sini ketika masih dalam proses pembangunan. Jalan masih sangat jelek, mobil ban saya sampai bocor, dan sekarang rasanya senang sekali bisa menyelesaikan infrastruktur,” paparnya.

Bupati Yuni menyampaikan, ketika Musrenbang, jalan itu memang menjadi salah satu prioritas dan fokus untuk dilakukan pembangunan.

Karena jalan tersebut merupakan jalan utama yang menyambungkan beberapa kecamatan, yaitu Kecamatan Sambungmacan, Jenar, Tangen, Gesi, Sukodono, Mondokan dan Sumberlawang.

Baca Juga :  2 Guru Meninggal Terpapar Covid-19, SMAN 1 Gondang Sragen Langsung Ditutup Total 14 Hari. Semua Ruangan Disemprot Desinfektan, Siswa Tetap Belajar Daring

Yuni juga meminta masyarakat untuk turut mengawasi dan melaporkan ke DPU Sragen jika nantinya jalan ada yang rusak, karena ada dana pemeliharaan.

Tak lupa ia meminta kepada orang tua untuk selalu memberitahukan anak-anak agar tidak menggunakan jalan sebagai tempat untuk trek-trekan.

“Jalan sudah bagus hati-hati saat melintas, masyarakat tetap harus menggunakan helm, jangan sampai digunakan untuk trek-trekan,” katanya. Wardoyo