JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sempat Diguncang Tragedi Aula Ambruk Lukai 23 Korban, Proses Belajar Mengajar di SMKN 1 Miri Sragen Kembali Normal 

Kadisdik Jateng, Jumeri dan Kadisdik Sragen, Suwardi saat meninjau lokasi bekas aula SMKN 1 Miri yang hancur diterjang puting beliung, Kamis (21/11/2019). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kadisdik Jateng, Jumeri dan Kadisdik Sragen, Suwardi saat meninjau lokasi bekas aula SMKN 1 Miri yang hancur diterjang puting beliung, Kamis (21/11/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sehari usai kejadian ambruknya aula SMK Negeri 1 Miri yang melukai 22 siswa dan satu guru, kegiatan belajar mengajar Kamis (21/11/2019) tetap berjalan normal.

Para siswa lain kembali masuk seperti biasa dan pelaksanaan KBM tetap berjalan.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Sarno mengatakan, kegiatan belajar tetap berjalan seperti biasa. Pihaknya tengah  berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, terkait tindak lanjut kasus ini.

“Kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung seperti biasa. Anak-anak tetap masuk seperti biasa dan pembelajaran tetap jalan,” paparnya kepada wartawan di lokasi, Kamis (21/11/2019).

Baca Juga :  2 Pekan Operasi Patuh Candi 2020, 600 Pengendara di Sragen Kena Tilang, 3.085 Disanksi Teguran. Angka Kecelakaan Turun 30 % dan 2 Korban Tewas

Sarno menguraikan untuk kondisi para korban, ia menyebut dari 22 siswa yang sempat dilarikan ke rumah sakit, 9 di antaranya sudah diperbolehkan pulang. Hingga hari ini, tinggal 13 korban yang dirawat.

Sedangkan satu orang guru teknik las yang ikut menjadi korban, Manto, juga sudah membaik dan tak sampai dirawat di rumah sakit.

“Sekarang masih ada 13 yang dirawat. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak provinsi, seluruh biaya perawatan akan ditanggung dinas,” kata Sarno.

Baca Juga :  Kondisi Terbaru Pasca Runtuhnya Tembok "Berlin" Mbah Sonem di Gading Sragen. Sambut Suka Cita, Warga Langsung Urunan Perbaiki Talud

Sementara, ditemui saat meninjau lokasi kejadian, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen, Suwardi mengatakan meski wewenang penanganan SMK ada di provinsi, namun karena kejadiannya di wilayah Kabupaten Sragen, pihaknya turut memastikan semuanya tertangani dengan baik.

“Sekarang fokus ke penanganan korban dulu. Kita cukup beruntung tidak timbul korban jiwa. Yang penting kegiatan belajar jalan terus,” ujarnya. Wardoyo