loading...
Loading...
Kadisdik Jateng, Jumeri dan Kadisdik Sragen, Suwardi saat meninjau lokasi bekas aula SMKN 1 Miri yang hancur diterjang puting beliung, Kamis (21/11/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sehari usai kejadian ambruknya aula SMK Negeri 1 Miri yang melukai 22 siswa dan satu guru, kegiatan belajar mengajar Kamis (21/11/2019) tetap berjalan normal.

Para siswa lain kembali masuk seperti biasa dan pelaksanaan KBM tetap berjalan.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Sarno mengatakan, kegiatan belajar tetap berjalan seperti biasa. Pihaknya tengah  berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, terkait tindak lanjut kasus ini.

“Kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung seperti biasa. Anak-anak tetap masuk seperti biasa dan pembelajaran tetap jalan,” paparnya kepada wartawan di lokasi, Kamis (21/11/2019).

Sarno menguraikan untuk kondisi para korban, ia menyebut dari 22 siswa yang sempat dilarikan ke rumah sakit, 9 di antaranya sudah diperbolehkan pulang. Hingga hari ini, tinggal 13 korban yang dirawat.

Baca Juga :  Misteri Pemicu Tewasnya Pengunjung Kemukus Saat Mesum Dengan Teman Wanitanya di Malam Jumat Keramat. Polisi Ungkap Karena Ini! 

Sedangkan satu orang guru teknik las yang ikut menjadi korban, Manto, juga sudah membaik dan tak sampai dirawat di rumah sakit.

“Sekarang masih ada 13 yang dirawat. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak provinsi, seluruh biaya perawatan akan ditanggung dinas,” kata Sarno.

Sementara, ditemui saat meninjau lokasi kejadian, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen, Suwardi mengatakan meski wewenang penanganan SMK ada di provinsi, namun karena kejadiannya di wilayah Kabupaten Sragen, pihaknya turut memastikan semuanya tertangani dengan baik.

Baca Juga :  Selain KUA Ngrampal, 150 Buku Nikah KUA Masaran Sragen Juga Pernah Dikuras Pencuri. Ini Beberapa Fakta Kesamaannya!  

“Sekarang fokus ke penanganan korban dulu. Kita cukup beruntung tidak timbul korban jiwa. Yang penting kegiatan belajar jalan terus,” ujarnya. Wardoyo

 

Loading...