JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dihantui Bayangan, Pelaku Tabrak Lari Tewaskan Polisi Sragen Mengaku Sempat Tidur di Sawah 

Tersangka saat dihadirkan dalam rekonstruksi di lokasi kecelakaan di Sidodadi, Masaran, Sragen. Foto/Istimewa
Tersangka tabrak lari tewaskan Bripka Kurniawan saat dihadirkan dalam rekonstruksi di lokasi kecelakaan di Sidodadi, Masaran, Sragen. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Tersangka pelaku tabrak lari yang menewaskan anggota Intelkam Polsek Masaran Bripka Kurniawan (35), Joko Pitoyo (45), mengungkap kesaksian mengejutkan.

Di hadapan Kapolres dan wartawan, pria asal Dukuh Kemangi, Wonorejo, Kedawung itu mengungkapkan dirinya sempat dibayangi ketakutan luar biasa setelah kabur sejak kejadian, Kamis (14/11/2019) siang.

Selama semalam sejak kejadian, ia mengaku tak berani tidur di rumah. Ia terpaksa tidur di sawah karena dibayangi ketakutan kalau rumahnya didatangi warga.

“Saya takut kalau warga sewaktu-waktu datang ke rumah dan mengeroyok saya. Makanya saya nggak tidur di rumah. Saya tidurnya di sawah,” paparnya saat dihadirkan di Mapolres oleh Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan kemarin.

Baca Juga :  Sempat Menolak Dites, Kades Trombol Mondokan Sragen Malah Positif Terpapar Covid-19. Kini Diisolasi di Technopark, 5 Saudaranya Juga Positif Semua

Joko yang menjadi pencarian sejak kejadian Kamis (14/11/2019), mengaku tidak pergi kemana-mana sejak Kamis hingga Jumat (15/11/2019) malam.

Sebelum kemudian pikirannya berkecamuk dan dihantui bayangan bersalah. Perasaan itu yang akhirnya menuntunnya untuk menyerahkan diri ke Polres pada Jumat (15/11/2019) malam pukul 21.00 WIB.

Joko kemudian menghubungi polisi, dan mengaku sebagai orang yang menabrak korban. Selama dalam pencarian, Joko mengaku terus berdoa untuk korban.

“Waktu itu sebenarnya kita sudah kantongi identitas pelaku. Namun di saat bersamaan dia (pelaku) pro aktif. Kita jemput di area kolam renang Doeng Cuo, karena tidak berani ke sini (mapolres) sendiri,” papar Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan.

Baca Juga :  Ada Soal Dinilai Berbau Ajaran Komunisme, Dinas Pendidikan Sragen Akhirnya Tarik 11.000 Lebih Buku Modul PPKN SMP dari Siswa. Lembaran Halaman Kontroversial Langsung Diganti

Menurut Yimmy, pelaku akan tetap diproses secara profesional dan dijamin keamanaannya, meskipun korbannya adalah anggota Polres Sragen.

“Kita jamin tidak ada persekusi. Jadi pengakuan pelaku ini sekaligus menegaskan kejadian ini ada kecelakaan murni. Sama sekali tidak ada motif lain karena antara pelaku dengan korban tidak saling kenal,” tegas Yimmy. Wardoyo