JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

PSI Usulkan Masa Jabatan Presiden 7 Tahun, Tapi Hanya Satu Periode

Poltikus PSI Dara Adinda Kesuma dan Tsamara Amany, serta Faldo Maldini dari PAN, saat menggugat aturan batas usia calon kepala daerah di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Senin (23/11/2019) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Masa jabatan presiden kembali diungkit. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengusulkan ide tujuh tahun masa jabatan presiden, tapi dibatasi hanya satu periode.

Ketua DPP PSI Tsamara Amany mengatakan jika hanya satu periode, setiap presiden akan bekerja semaksimal mungkin.

“Fokus bekerja buat rakyat dan tak memikirkan pemilu berikutnya,” kata Tsamara dalam keterangan pers, Kamis (21/11/2019).

Masa jabatan satu periode, kata dia, akan membuat presiden terlepas dari tekanan politik jangka pendek, lebih fokus untuk melahirkan kebijakan terbaik. Politik akan terbebas dari pragmatisme.

Baca Juga :  Benny Cokro Kembali Sebut Nama Grup Bakrie dalam Kasus Korupsi Jiwa Sraya

Menurut Tsamara, masa kepemimpinan perlu diperpanjang sampai tujuh tahun agar tiap presiden punya waktu cukup untuk mewujudkan program-program kerjanya.

“Satu periode ini akan menghilangkan konsep petahana dalam pemilihan presiden.”  Dengan demikian, tak ada lagi kecurigaan bahwa petahana memanfaatkan kedudukannya untuk kembali memenangi pemilu.

Baca Juga :  Momen Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Ini Pesan Menkeu Sri Mulyani dan Menag Fachrul Razi untuk Generasi Muda Indonesia

Dalam pengamatan PSI, pada format 2 x 5 tahun pun, yang efektif cuma tujuh atau delapan tahun masa jabatan presiden.

“Dua atau tiga tahun sisanya biasa dipakai untuk penyesuaian awal periode dan kampanye pemilu berikut,” ujar Tsamara.

Dia menilai pemilu tiap tujuh tahun sekali, jelas akan menghemat biaya. Jika biasanya tiap lima tahun ada pemilu, kelak hanya akan terjadi tiap tujuh tahun.

www.tempo.co