loading...
Loading...
Mbah Karsiyem, nenek berusia 101 tahun asal Srawung, Gesi, Sragen, saat diperiksa dokter klinik Polres di acara pengobatan gratis dalam rangka Maulid Nabi yang gelar Polres Sragen di Srawung, Gesi, Sragen, Selasa (12/11/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Ada fenomena memprihatinkan yang menjangkiti warga lanjut usia di wilayah pedesaan. Ternyata mayoritas wanita utamanya yang berusia di atas paruh baya, didera gangguan persendian dan tulang.

Beratnya beban pekerjaan yang mereka jalani sejak usia produktif diduga menjadi pemicu munculnya keluhan itu.

Potret itu tergambar saat puluhan warga kurang mampu di Desa Srawung, Kecamatan Gesi Sragen menyerbu kegiatan baksos pengobatan gratis yang digelar Polres Sragen, Selasa (12/11/2019) pagi.

Baksos yang dipusatkan di dekat Ponpes Mathli’ul Hikmah Srawung ith dipimpin langsung Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan dan dihadiri seluruh pejabat Polres. Turut hadir perwakilan Kapolda Jateng, Kabag Wassidik Ditresnarkoba, AKBP Waluyo Jati Purnomo.

Sejak pagi, warga di salah satu desa pinggiran di Sragen Utara itu sudah rela antri.

“Badan sering pegel dan nafas agak sesek Pak,” ujar Karsiyem, warga Dukuh Srawung RT 5 saat diperiksa dokter klinik Polres Sragen yang dihadirkan melayani pengobatan gratis.

Nenek yang berusia 101 tahun itu mengaku keluhan itu sering membuatnya susah untuk beraktivitas. Ia mengaku senang dengan pengobatan gratis yang diadakan Polres tersebut.

Baca Juga :  Bupati Sragen Dukung Gagasan Mendikbud Soal Guru Inovatif. Minta Pembelajaran Juga Dilakukan di Luar Kelas! 

“Karena kalau berobat harus ke Sragen. Mbayar Mas,” tutur nenek yang sudah mengeriput kulitnya itu.

Tak jauh beda, Sakinah, warga Srawung RT 3 juga mengaku sering mengalami gangguan cekot-cekot di lutut, bahu dan tulangnya.

Kapolsek Tanon, AKP Heru Budiharto saat membantu antrian warga. Foto/Wardoyo

Wanita renta yang sampai lupa berapa umurnya itu mengaku gangguan itu mungkin karena sejak dulu sering kerja berat. Dia bekerja jualan di pasar dan baru pensiun dari aktivitasnya setelah tak kuat serta diminta momong cucu di rumah saja.

“Ya senang Mas, nggak mbayar. Karena biasanya kalau biasanya harus berobat ke Puskesmas dan ra ketang saitik ya mbayar. Karena nggak punya kartu gratis itu,” tukasnya.

Tak jauh beda, Wahyuni (50) warga lainnya juga mengaku sering mengalami pegel, kesemutan dan tulang sakit.

Sementara, dokter klinik Polres Sragen, Widodo Putro Utomo mengatakan dari puluhan warga yang diperiksa, 60 persen diantaranya keluhan didominasi sakit tulang, pegel, kesemutan dan batuk pilek.

“Hari ini dari sekitar 40an yang sudah kita cek, 60 persennya keluhannya itu. Mungkin karena faktor kerjaan berat. Usia juga pengaruh. Dan rata-rata setiap pengobatan gratis di desa-desa, keluhannya mayoritas seperti,” paparnya.

Baca Juga :  Awas, Marak Penipuan Jualbeli Online dan Promo Barang Murah di Internet. Banyak Warga Sragen Jadi Korban, Begini Modus-modusnya! 

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan kegiatan baksos pengobatan gratis itu digelar sebagai rangkaian acara Maulid Nabi Muhammad. Agenda kali ini sengaja dipusatkan di Ponpes Mathali’ul Hikmah Srawung Gesi untuk mendekatkan kepolisian dengan masyarakat.

Dengan begitu akan menghilangkan kesan polisi jauh dengan masyarakat.  Dalam kesempatan itu, Polres dan Polda Jateng juga menyampaikan bantuan untuk pembangunan Ponpes Mathali’ul Hikmah.

“Ini wujud kepedulian Polres Sragen untuk pembangunan Ponpes dan membantu warga melalui pengobatan gratis. Semoga bisa memberikan berkah dan kemanfaatan untuk pengembangan kegiatan Ponpes dan Madin serta bagi warga,” tuturnya. Wardoyo

Loading...