JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Gara-gara Blangko E-KTP Kosong, 26.274 Warga Semarang Terpaksa Berbulan-Bulan Harus Pegang Suket

Rudi. Foto/Wardoyo
Rudi Susanto. Foto/Wardoyo

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM  Sebanyak 26.274 warga Semarang yang sudah perekaman E-KTP terpaksa harus lebih bersabar untuk bisa memiliki E-KTP. Kekosongan blangko membuat mereka harus rela menggunakan surat keterangan (suket) pengganti KTP elektronik (e-KTP) sementara.

Hal itu disebabkan karena tidak adanya ketersediaan blanko e-KTP, kendati data mereka sebenarnya sudah print ready record (PRR) atau sudah siap cetak.

Plt Kepala Dispendukcapil Kabupaten Semarang, Rudi Susanto mengungkapkan jumlah suket pengganti e-KTP yang dikeluarkan Dispendukcapil sebanyak 293.083 lembar. Sebanyak 223.965 suket di antaranya sudah dicetak.

“Jadi, masih ada 26.274 suket yang print ready record. Ini belum bisa dicetak karena memang blangkonya tidak ada. Untuk masalah ketersediaan blangko e-KTP, kita sangat bergantung dari pusat (Kemendagri). Insyaallah kalau memang blangkonya sudah ada akan kita cetak, karena peralatan sudah siap,”  ungkap Rudi kepada wartawan Jumat (1/11/2019).

Baca Juga :  Diduga Korsleting Listrik, 3 Rumah Warga Jati Kudus Hangus Terbakar

Rudi  menjelaskan, jumlah warga wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Kabupaten Semarang yang sudah melakukan perekaman data e-KTP sebanyak 761.936 orang. Sampai hari ini masih ada sekitar 9.485 orang yang wajib memiliki KTP  tetapi belum rekam data e-KTP.

“Kita sudah berupaya melakukan jemput bola melakukan perekaman data e-KTP ke desa-desa maupun sekolah-sekolah setingkat SMA. Secara intensif kita juga sosialisasi kepada masyarakat agar mengurus administrasi  kependudukan, baik e-KTP maupun Kartu Keluarga (KK),” ujar Rudi.

Berkaitan ketersediaan blangko e-KTP, Rudi mengaku, selama ini biasanya Dispendukcapil hanya mendapat jatah blangko e-KTP sebanyak 500 keping untuk setiap kali pengajuan ke Ditjen Dukcapil Kemendagri.

Baca Juga :  Bangun Mental Baja dalam Berbisnis, Ganjar Fokus Kembangkan UMKM di Jateng

Sehingga hal itu menjadi kendala Dispendukcapil untuk menyelesaikan penggantian suket dengan blangko e-KTP.

“Kalau ditanya target penyelesaian, sulit untuk menargetkan sesuatu yang belum ada kepastian soal ketersedian blangko. Dalam waktu dekat akan ada rakornas, kita akan menunggu tindak lanjutnya bagaimana terkait ketersediaan blangko e-KTP,” katanya.

Terkait Pilkada 2020, Rudi menyatakan pihaknya akan melakukan jemput bola lagi ke SMA/SMK. Sasaran perekaman data e-KTP di sekolah adalah para  pelajar yang usianya 16 tahun mau 17 tahun.

“Secara intensif kita kerja sama dengan UPT Dinas Pendidikan untuk melakukan rekam data e-KTP ke sekolah-sekolah. Sehingga pada saat usia 17 tahun data base sudah siap,” imbuhnya. Wardoyo