JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Haris Azhar Sebut Jokowi Tak Punya Nyali Ungkap Kasus Novel

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Haris Azhar / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai tak memiliki keberanian untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Hal itu dikemukakan oleh pegiat Hak Asasi Manusia Haris Azhar.  Pasalnya, menurut dia, dari temuan masyarakat sipil, otak dari pelaku penyiraman adalah orang dengan jabatan yang tinggi.

“Memang temuannya orang yang sangat tinggi terlibat, jadi Jokowi saya pikir tidak berani,” kata dia di Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sabtu (9/11/2019).

Baca Juga :  Tjahjo Kumolo: Pemerintah Kaji Pembubaran Lembaga Negara

Menurut mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan ini, Jokowi tidak akan pernah mengungkap kasus Novel.

Sebaliknya, Jokowi akan terus memperpanjang masa kerja tim kepolisian dalam kasus itu.

Tujuannya, kata dia, hanya untuk mengulur waktu sampai masa pemerintahannya selesai. Ia mengatakan Jokowi hanya tak berani mengakui bahwa dia tidak berani.

“Kalau juru bicaranya tidak bisa ngomong, biar saya yang ngomong,” kata Haris.

Baca Juga :  Ikuti Rapat, Kalung Eucalyptus di Leher Mentan Jadi Sorotan DPR

Sebelumnya, Jokowi kembali memberikan waktu hingga Desember 2019 kepada kepolisian untuk mengungkap kasus Novel Baswedan.

Padahal, Jokowi telah memberikan tenggat waktu selama tiga bulan kepada tim ini untuk menangkap pelaku penyerangan saat pertama kali dibentuk.

Masa kerja tim itu berakhir pada 31 Oktober 2019. Kepolisian mengklaim mendapatkan temuan yang signifikan. Namun, tidak ada tersangka pelaku penyiraman yang diungkap ke publik.

www.tempo.co