JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Hilang di Malam Jumat, Warga Ngarum Sragen Ditemukan Jadi Mayat. Ditemukan Tergeletak di Jurang Dekat Sungai 

Kondisi korban saat kali pertama ditemukan dan hendak dievakuasi. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kondisi korban saat kali pertama ditemukan dan hendak dievakuasi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Warga Desa Ngarum, Kecamatan Ngrampal digemparkan dengan kabar hilangnya salah seorang warga, Kamis (21/11/2019) malam Jumat (22/11/2019) tadi malam.

Tragisnya, warga bernama Wagiman alias Bambang (60) itu kemudian ditemukan jadi mayat dan meninggal di jurang sungai Dukuh Ngarum RT 07/03, Desa Ngarum.

Jasad pria paruh baya itu ditemukan di jurang berkedalaman hampir 4 meter. Dugaan sementara, pria yang diketahui sebagai duda itu tewas setelah terpeleset dan jatuh ke jurang.

Data yang dihimpun di lapangan, penemuan mayat itu diketahui pukul 21.00 WIB. Sebelumnya, keluarga korban bingung lantaran sejak pukul 14.00 WIB hingga petang hari, korban tak kunjung pulang.

Baca Juga :  Pendidikan Daring Banyak Masalah, Bupati Sragen Isyaratkan Segera Terapkan Sekolah Tatap Muka

Kemudian keluarga dan warga berinisiatif mencari korban. Sekitar pukul 21.00 WIB, salah satu warga, Wagimin (50) menemukan korban sudah tergeletak tak bernyawa di dasar sungai setempat.

Setelah itu, jasad korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. Tak lama berselang tim Polsek dan Inafis Polres bersama Puskesmas tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan identifikasi.

Proses Identifikasi. Foto/Wardoyo

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Ngrampal AKP Agus Irianto membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan selama ini korban dikenal sebagai duda. Mengenai penyebab kematian, diperkirakan karena terjatuh akibat penyakit epilepsinya kambuh.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di Pantirejo Sukodono Sragen Meluas Usai Sopir Minibus Meninggal Positif. Istri dan 2 Anaknya Juga Positif, 11 Warga Diswab, Yang Lain Masih Tunggu Hasil

“Korban adalah duda dan selama ini diketahui sempat ada riwayat penyakit epilepsi,” tukasnya.

Ia memastikan hasil pemeriksaan dan visum, tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban. Karena keluarga sudah menerima sebagai musibah, jasad korban kemudian diserahkan untuk dilakukan pemakaman.

Terpisah, Kepala Markas PMI Sragen, Wahdadi menambahkan tim PMI langsung terjun melakukan evakuasi jasad korban.

Kemudian korban dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans PMI Sragen. Dari hasil pemeriksaan, juga tidak ada tanda kekerasan maupun penganiayaan. Wardoyo