JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Jenasah Siswa PSHT Sragen Yang Tewas Ditendang Senior di Gemolong Dibawa ke Solo Untuk Otopsi. Kasus Dilimpahkan ke Polres 

AKP Harno. Foto/Wardoyo
AKP Harno. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Jenasah MA (13) bocah asal Desa Saren, Kecamatan Kalijambe, Sragen yang tewaa saat latihan PSHT di Gemolong, dibawa ke Solo untuk dilakukan otopsi, Senin (25/11/2019).

“Jenasah korban sudah dibawa ke RS Solo untuk dilakukan otopsi. Saat ini masih dalam penanganan,” papar Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Plt Kasubag Humas AKP Harno kepada wartawan, Senin (25/11/2019).

Menurutnya, saat ini kasus itu masih dalam penanganan intensif penyidik Reskrim Polres Sragen.

Kapolsek Gemolong, AKP I Ketut Putra mengatakan kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Unit PPA Reskrim Polres Sragen. Pasalnya antara korban dan senior yang melakukan tendangan, sama-sama masih di bawah umur.

“Kalau dari keterangan senior yang menendang, malam itu sedang latihan lalu dari pelatihnya (FAS) melakukan tendangan ke perut, sehingga korban terjatuh dan pingsan. Dibawa ke rumah sakit tidak terselamatkan,” papar AKP Ketut.

Baca Juga :  Tragis, Ditunggu-Tunggu Hingga Petang, Kartini dan Anaknya Histeris Lihat Suaminya Sudah Tewas Tergeletak di Sawah Jurangjero Karangmalang Sragen

Seperti diberitakan, siswa kelas satu MTS itu ditemukan meregang nyawa saat mengikuti latihan rutin perguruan silat persaudaraan setia hati terate (PSHT).

Insiden tragis itu terjadi tadi malam, Minggu (24/11/2019) pukul 23.00 WIB. Siswa mungil itu meninggal diduga mendapat latihan fisik dan tendangan dari seniornya.

Data yang dihimpun di lapangan, insiden itu terjadi saat korban mengikuti latihan di wilayah Dukuh Ngrendeng RT 22, Desa Kaloran, Kecamatan Gemolong, Sragen.

Menurut sejumlah saksi, malam itu korban mengikuti latihan bersama sekitar 20 peserta PSHT pemula lainnya.

Baca Juga :  Duh Gusti, Meledak Lagi Tambah 19 Positif Hari Ini, Total Kasus Covid-19 Sragen Melonjak Jadi 452. Kontak Erat Tercatat 644 Orang, Sudah 59 Warga Meninggal Dunia

Korban mengikuti latihan mulai pukul 20.00 WIB. Semula, latihan berjalan biasa saja.

Saat korban mengikuti latihan dan sedang posisi kuda-kuda kemudian diberikan tendangan A atau dengan ujung kaki oleh seniornya, FAS (16) asal Donoyudan, Kalijambe satu kali ke arah perut, korban langsung terjengkang dan jatuh ke belakang.

Seketika itu, korban langsung kejang-kejang. Situasi latihan langsung geger. Seketika, FAS langsung berusaha menolong korban dengan cara diurut perutnya.

Namun korban tidak sembuh kemudian korban dibawa oleh beberapa senior lainnya ke bidan di wilayah Saren.

Namun kondisi korban tetap tak sadarkan diri. Korban kemudian dirujuk ke RS Yakssi Gemolong namun sesampai di RS Yakssi korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Wardoyo