JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Jokowi Bakal Pangkas Eselon III dan IV Tahun 2020

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberi arahan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di jakarta, Kamis (29/11/2019) / tribunnews

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali akan merampingkan birokrasi di kementerian. Rencana paling dekat adalah memangkas jabatan eselon III dan IV mulai tahun 2020.

Hal itu ditegaskan kembali oleh Presiden Jokowi saat berbicara dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2019, di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

“Mohon maaf kalau di sini ada eselon IV dan eselon III, kita pangkas mulai tahun depan. Untuk apa? Agar terjadi kecepatan dalam setiap memutuskan perubahan-perubahan dunia yang berubah sebegitu cepatnya,” ucap Jokowi.

Menurut Jokowi, penyederhanaan birokrasi dilakukan untuk mempercepat birokrasi di tengah perkembangan global yang begitu cepat.

Jokowi juga menyampaikan bahwa dalam lima tahun ke depan pemerintah akan fokus dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), salah satunya dengan program kartu Pra-Kerja.

Program kartu pra-kerja sendiri merupakan janji Jokowi pada masa kampanye Pilpres 2019 lalu.

Jokowi menyebutkan, pemilik kartu itu nantinya bisa memilih secara langsung pelatihan atau kursus yang diminati melalui platform digital yang disediakan pemerintah.

Dalam platform ini akan ada berbagai jenis pelatihan seperti barista kopi, animasi, desain grafis, bahasa Inggris, komputer, teknisi programming, hingga coding.

Walaupun begitu, Jokowi tetap akan mengembangkan pembangunan infrastruktur.

Baca Juga :  Kantongi Identitas Pelaku Pemerasan dan Pelecehan Seksual di Bandara Soekarno-Hatta, Polisi Tetapkan Oknum Petugas Rapid Test Itu sebagai Tersangka

“Kelanjutan pembangunan infrastruktur akan diteruskan dengan menyambungkan jalan tol yang ada di kawasan industri, pariwisata, kawasan sentra-sentra nelayan dan petani,” ungkap Jokowi.

Kebijakan baru itu nantinya akan dilengkapi dengan omnibus law dan upaya menekan defisit transaksi berjalan.

Di tengah ketidakpastian perekonomian global yang melanda selama beberapa tahun terakhir, dalam momen Pertemuan Tahunan Bank Indonesia tersebut, Jokowi juga teringat dengan film Cast Away yang diperankan oleh Tom Hanks.

“Kalau kita adaptasi dari film Cast Away, jadi aktornya masih saudara saya Tom Hanks. Bercerita sebenarnya di dalam film ini, ada pesawat jatuh di satu pulau dan hanya ada satu yang bisa bertahan hidup. Kenapa dia bisa bertahan hidup dan akhirnya selamat?” kata Jokowi.

Menurutnya, film Cast Away itu sangat relevan dengan keadaan Indonesia yang tengah bertahan di tengah ketidakpastian dan pelemahan ekonomi global.

Keadaan ini disamakan Jokowi dengan Tom Hanks yang harus bertahan hidup di film Cast Away.

Jokowi juga menjabarkan tiga hal yang bisa membuat keadaan perekonomian Indonesia tetap bisa kokoh walaupun sedang berada di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga :  Menkominfo Pastikan Kualitas Jaringan Terjaga dalam Program Bantuan Kuota Belajar Online

Hal pertama menurut Jokowi adalah Indonesia harus mampu bertahan di tengah kesulitan yang sedang dihadapinya.

“Ini kalau dihubung-hubungkan dengan ketidakpastian (perekonomian) tadi. Yang pertama, harus mampu bertahan di tengah kesulitan yang menimpa dirinya. Ni Cak Nolan yang diperankan oleh Tom Hanks tadi, mampu bertahan di tengah kesulitan yang melanda dirinya,” tuturnya.

Setelah itu, hal kedua adalah mampu mencari sumber baru untuk tetap bertahan.

“Yang kedua, mampu mencari sumber baru untuk mendukung upaya untuk tetap bertahan,” tandasnya.

Selain kedua hal tersebut, untuk bertahan di tengah-tengah ketidakpastian global ini harus tetap diiringi dengan rasa optimisme.

Jokowi menambahkan, bahwa tanpa rasa optimis maka Indonesia tidak akan mampu bersaing dan bertahan menghadapi tantangan ini.

“Yang ketiga, tetap optimis menghadapi berbagai tekanan. (Kalau ada) Tekanan eskternal semuanya, terus kita berbicara pesimis, selalu menunggu wait and see, justru tidak memecahkan masalah,” ujarnya.

Walaupun begitu, Jokowi mengingatkan agar tetap bersyukur dengan perekonomian Indonesia yang tetap tumbuh stabil dengan kisaran 5 persen selama periode Jokowi menjabat.

www.tribunnews.com